Permen Kasih Sayang

Hari ini saatnya saya mengunjungi Asrama Putri TPB IPB (Astri). Bukan. Bukan untuk menyimpan baju atau pun membereskan kasur yang seharusnya masih dipergunakan semester ini, tapi untuk mengambil barang-barang yang masih tertinggal di asrama. Sedih rasanya untuk menulis ini. Kesannya saya tidak mengikuti permainan di IPB dengan baik, tapi tenang! saya masih menginap di Astri walau hanya seminggu 2 kali hihi. Astri hari ini sangat sepi. Padahal hari ini adalah liburan terakhir kami dan besok sudah mulai untuk kuliah lagi. Apa mungkin mereka merasakan hal yang sama yaitu bosan? #ehhh

Sebenarnya tidak ada yang salah dari aturan menginap ini, tapi tolonglah fasilitas yang dijanjikan masih sangat minim 😦

Oke out of topic.

Sepulang dari Astri, saya tidak berminat untuk mengunjungi pasar tumpah di Bara karena matahari hari ini cukup membuat kulit saya hitam. Saya langsung naik kendaraan umum (angkot) dan duduk di sebelah pak supir. Ketika berjalan sekitar 10m dari tempat semula, ada dua orang pemuda yang membagikan permen untuk penumpang di angkutan umum yang melewatinya. Tibalah giliran kendaraan yang saya tumpangi. Pemuda itu memberi segenggam “permen kaki” kepada supir angkot seraya berkata “Selamat hari kasih sayang, tolong bagikan ke penumpang lain yah, Pak.”. Supir itu langsung mengambilnya dan berkata bila ia menerima hadiah yang berlandaskan hari kasih sayang (hari valentine) ia tidak akan berdosa, dari ungkapan pak supir itu sungguh tergambar jelas kalaulah dia seorang muslim. Pak supir tidak membagikan permen kaki kepada kami tetapi dia langsung menyimpannya di tempat tersembunyi.

Dari cerita ini saya mulai tersadar kalau masih banyak mereka yang ingin merayakan hari kasih sayang tetapi mempunyai larangan. Ada yang salah itu pasti tapi disini saya tak ingin membahasnya karena saya masih jauh dari sempurna. Yang ingin saya tekankan apabila kalian tidak merasa yakin dengan apa yang kalian lakukan, sebaiknya jauhkan! Selain dosa sudah didapatkan, rasa tenang pun juga. Tenang, selama negara ini masih negara demokrasi, kalian masih punya hak untuk memilih, tapi urusan dengan Tuhan jangan dilupakan karena ibadah itu tujuan utama kita di dunia bukan? 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s