Suatu yang Hilang di Jogjakarta


Jogjakarta memiliki tempat tersendiri di hati setelah kota kelahiran saya, Bogor. Alasan mengapa saya jatuh hati pada kota ini adalah karena adanya rasa penasaran yang timbul ketika saya melihat berbagai cerita mengenai Jogja dari berita wisata di TV dan juga dari kehidupan-kehidupan tokoh  FTV.
wiiihh, terus terus? Kok Aneh juga yah alesannya 😀 l simak aja ceritanya 😀
Menurut informasi yang saya dapat ternyata Jogjakarta merupakan provinsi tertua kedua setelah Jawa Timur di Indonesia ini. Gelar istimewa yang dimiliki oleh kota pelajar ini berkaitan dengan sejarah terbentuknya provinsi tersendiri yang terdiri dari gabungan wilayah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Akan tetapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang sejarah dari Jogjakarta melainkan tentang pengalaman yang saya dapat ketika mengunjungi kota yang menurut saya romantis ini sebanyak dua kali. 

 
Tugu Jogja yang merupakan landmark dari kota Jogjakarta (saya dapatkan dari blog sebelah)
Tahun 2010 merupakan tahun pertama saya mengunjungi kota Jogjakarta. Kesempatan itu datang ketika sekolah saya mengadakan karyawisata yang juga bagian dari perpisahan teman-teman kelas XII ke daerah Jogjakarta. Begitu saya mendengar tentang pengumuman itu saya senang bukan kepalang karena selama 17 tahun itu saya belum pernah untuk keluar dari Jawa Barat bahkan untuk sekedar menikmati liburan sekolah. Kami siswa kelas XII IPA A membuat banyak rencana hal apa saja yang akan kami lakukan di Jogja ketika telah sampai disana. Kami merencanakan akan memakai baju apa ketika berangkat, makanan apa saja yang akan kami bawa, berapa jumlah uang yang akan kami habiskan, sampai berapa potong baju yang akan memenuhi tas bawaan kami ke Jogja nantinya. Namun, ada suatu hal yang menghalang kepergian kami yaitu ada salah seorang teman kami yang tidak dapat mengikuti bagian dari acara perpisahan ini karena masalah uang. Kami mengadakan rapat sepulang sekolah setelah mengetahui masalah tersebut dan kemudian hasil dari rapat tersebut adalah kami diwajibkan untuk menyumbang seikhlasnya agar dapat membantu teman kami tersebut untuk mengikuti kegiatan karyawisata yang pertama dan terakhir selama tiga tahun kami di SMA Negeri 5 Bogor. 
Wahhh akhirnya yah lu bisa jalan-jalan juga ke Jogja subhannallah yah :’)
Butuh waktu sekitar (kurang lebih) 12 jam untuk dapat sampai Jogja menggunakan angkutan darat. Saat itu sekitar delapan bus yang diberangkatkan menuju Jogja untuk keperluan karyawisata yang di setiap busnya itu terdapat guru pembimbing untuk dapat menemani kami di perjalanan. Selama perjalanan tersebut tak berhenti mata saya ditakjubkan oleh keindahan alam yang ada seperti sawah-sawah dengan terasering yang begitu rapi, hutan berpohon tinggi yang sedikit mengerikan memang, sungai yang mengalir deras, sampai adanya rel kereta api yang begitu tinggi diantara tebing-tebing yang di bawahnya terdapat sawah hijau. Tidak ada rasa capek selama perjalanan karena kami selalu membaginya dengan keceriaan dan penuh tawa
Di perjalanan

Selama kegiatan karyawisata kami berkesempatan untuk mengunjungi situs candi Borobudur yang berada di Megelang. Candi Borobudur ini merupakan candi Buddha yang dibangun saat masa pemerintahan Syailendra. Bangunan yang begitu megah dangan berbagai ukiran di sepanjang batu yang ada di dalamnya merupakan salah satu bentuk daya tarik pengunjung yang datang. Hijaunya pepohonan di sekitar candi membuat suasana menjadi lebih sejuk dan terasa sangat nyaman untuk berada di kawasan candi dalam waktu yang cukup lama. Tempat yang sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah bagi agama Buddha ini memberikan banyak cerita bagi mereka yang mengunjunginya. Berbeda dengan candi yang berada di sekitar Candi Borobur, candi ini berada di atas bukit yang di bawahnya juga ternyata terdapat danau purba yang telah mengering. Tempat yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan adalah bagian paling atas atau disebut Arupadatu. Arupadatu ini terdapat 72 stupa yang melingkar (karena menurut Wikipedia bagian Arupadatu ini berbentuk lingkaran). Arupadatu yang berarti tidak berwujud ini menjadi tempat kami mengabadikan momen melalui foto-foto yang dihasilkan. Sungguh luar biasa mereka yang mampu membangun candi sebesar dan semegah ini padahal pada zaman itu peralatan untuk membawa batu pun belum ada. 

Jadi bagian termudah dari kita adalah menjaga dan melestarikannya untuk anak cucu kita di kemudian hari yah 😀


Setelah itu tempat yang saya kunjungi dan tidak kalah akan cerita sejarahnya adalah Kraton Jogja. Kraton Jogja ini merupakan tempat tinggal dari raja dan para keluarganya. Sebelum memasuki Kraton Jogja ini kita harus membeli tiket pada dua loket yang telah disediakan. Disana kita dapat melihat aktivitas yang dilakukan oleh para abdi dalem, melihat megahnya bangunan-bangunan yang biasa digunakan para raja dan juga kita dapat melihat koleksi-koleksi yang disimpan baik di dalamnya. Saat itu saya merasakan benar-benar seperti sedang berada pada masanya. Para abdi dalem yang kemudian kami ajak untuk mengobrol itu ternyata dilahirkan dan tinggal di kawasan sekitar Kraton Jogja ini.

Bersama para adbi dalem Kraton Jogja

Tempat berikutnya yang saya kunjungi adalah salah satu goa yang berada di daerah Kebumen, Jogja yaitu Goa Jatijajar. Disana terdapat banyak pohon besar untuk mencapai goa tersebut dan juga jalan yang berbatu membentuk tangga saat kita akan memasukinya. Dari luar, goa tersebut sangat besar dan terlihat sangat gelap walaupun terdapat beberapa lampu sebagai penerangan untuk wisatawan membaca papan pengumuman yang ada. Di dalam goa itu terdapat banyak patung seperti patung kera yang menghadap ke arah pintu masuk dan juga patung berbentuk manusia. Ternyata goa ini merupakan tempat yang ramai juga dikunjungi oleh para wisatawan yang datang dari berbagai daerah. Apabila kita terus menyusuri jalannya ke arah bawah kita akan menemukan air yang berasal dari sungai mawar. Air tersebut diyakini dapat membuat wajah kita awet muda apabila kita mambasuh di tempatnya langsung, maka tak heran banyak wanita seperti saya yang salah satunya yang juga ikut mengantri untuk membasuh muka untuk membuktikan mitosnya dikemudian hari :D. Sebenarnya masih ada beberapa sungai lainnya yang terdapat di dalam goa jatijajar namun saat itu kami hanya mengunjungi satu sungai saja.

Foto bersama patung kera 😀

Foto di dalam Goa Jatijajar
Yaa itu adalah tempat-tempat yang saya kunjungi ketika saya berada di Jogja untuk pertama kali.
Ih asik banget, Dellaaaa! Tapi sayang yah cuma sebentar elu disana   l  gak apa apa kok kan seenggaknya tahun 2012 kemarin gue ke Jogja lagi ada acara keluaraga 😀
Horee Jogja lagi 😀
Bulan July 2012 kemarin keluarga saya mengadakan acara keluarga di daerah Jogja bagian kota. Tidak ada kesempatan berpikir kembali ketika saya sudah memegang tiket pesawat menuju Jogja bersama ibu dan nenek saya. Saat itu mahasiswa IPB sedang menempuh UAS dan di hari terakhir setelah saya menyelesaikan ujian matakulian Belajar dan Berpikir Ilmiah saya lagsung pergi menuju bandara. Di perjalanan menuju bandara perasaan saya bercampur aduk antara takut akan menaiki pesawat untuk pertama kalinya dan senang karena dapat bertemu Jogja kembali yang memberikan banyak cerita di masa SMA.

percaya atau tidak ini pertama kalinya gue naik pesawat terbang loh 😀


Kalau dulu saya mengunjungi berbagai tempat wisata nah untuk kunjungan yang kedua saya hanya berada di kawasan Kraton Jogja saja. Tempat yang paling menarik saya kunjungi saat itu adalah Taman Sari Jogjakarta dimana taman tersebut merupakan situs bekas taman atau kebun kerajaan yang di dalamnya terdapat beberapa kolam pemandian yang digunakan oleh para putri raja. Ada empat bagian yang terdapat di kawasan Taman Sari Jogjakarta itu.  Bagian pertama yang konon dahulu digunakan sebagai tempat beristirahat oleh raja dan kelurganya juga merupakan bagian yang paling eksotis pada zamannya karena terdapat danau buatan yang di dalamnya terdapat berbagai jenis ikan. Bila kita menusuri lebih jauh kita akan masuk ke bagian kedua yang didalamnya terdapat pot-pot besar dan kolam pemandian. Bagian kedua ini merupakan bagian yang lebih banyak dikunjungi oleh para wisatawan. Nah bagian ketiga dan keempat ini sudah tidak memberikan banyak bekas yang dapat dinikmati oleh para pengunjung.

Taman Sari Jogjakarta
Selain itu bagian yang paling menarik ketika mengunjungi Jogjakarta untuk kedua kalinya adalah saya dapat menikmati kehidupan malam minggu di alun-alun Jogjakarta. Alun-alun yang begitu ramai biasanya hanya bisa saya nikmati di FTV yang saya tonton tapi kali itu saya merasakannya sendiri. Saya merasakan keramaian yang ada seperti banyaknya para kawula muda yang berbagi kasih, banyaknya sekumpulan anak muda yang bermain dengan sepeda milik mereka dan juga melihat anak kecil yang berlari-larian sambil bermain alat permainan yang di jual di sekitar alun-alun (saya lupa jenis permainannya). Sungguh tidak dapat diungkapkan oleh kata-kata ketika saya menjadi bagian dari mereka dan menikmati angkringan yang ada di pinggir alun-alun. Sepulang dari alun-alun itu saya diberi tantangan untuk dapat melewati dua pohon beringin yang besar di tengah alun-alun dengan mata tertutup. Mereka percaya bila kita dapat melewatinya maka permohonan yang kita inginkan dapat terwujud secepatnya. Dan saya mencobanya tentu saja. Walaupun gagal tapi hal itu membuat saya ingin dan ingin untuk datang terus ke Jogja.
Ih terus apalagi? l belanja ke Malioboro, jalan-jalan naik becak malem-malem sama keliling Jogja naik mobil saudara akyu~ l Teruuuss?l udah deh pulang l yaaaah
Pada akhirnya kota yang lebih sering saya lihat di layar kaca sudah saya taklukan walaupun belum semua tempat saya kunjungi, tapi percayalah setiap saya mengunjungi Jogjakarta pasti ada hal yang hilang dalam diri saya. Ya benar! Kehilangan kesempatan untuk lebih lama berada di Jogjakarta. Akan tetapi bukan berarti saya ingin tinggal dan menetap di daerah Jogja karena akan lain rasanya apabila saya selalu berada di dalamnya. Sudah saya siapkan hal yang hilang tersebut ketika akan datang kembali dan hal tersebut akan hilang lagi saat saya pergi. Yuk, mari menabung untuk mengunjungi Jogja dan daerah sekitarnya 😀
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s