Impian yang sederhana

Dellaaaa… apa kabar? l kabar baik 😀 gue mau berbagi cerita nih sedikit heheh
Saat ini saya sudah menjadi bagian dari anggota divisi advertising pada majalah Komunitas. Majalah Komunitas merupakan salah satu majalah yang eksistensinya tidak diragukan lagi di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dimiliki secara resmi oleh Fakultas Ekologi Manusia (FEMA). Majalah Komunitas ini terpusat untuk membahas masalah seputar FEMA dan juga IPB, sehingga  dapat mempermudah mahasiswa FEMA untuk memperoleh informasi tentang isu-isu seputar kehidupan kampus. Pembukaan keanggotaan dari majalah ini berlangsung dua kali, yang pertama ketika saya masih berada di semester tiga dan yang kedua ketika saya baru saja merasakan jadi mahasiswa semester empat.
Jadi elu baru masuk di pendaftaran yang kedua dell? l iya nih heheheh
Pada awalnya saya ingin bergabung bersama teman-teman yang mengikuti pendaftaran pada sesi pertama, namun saat itu saya sedang memegang banyak amanah dalam waktu dekat untuk kelancaran sebuah acara. Akan tetapi bukankah saat ini saya tetap berada di posisi yang saya inginkan enam bulan yang lalu? 😀
Untuk meningkatkan kemampuan di bidang jurnalistik, majalah Komunitas menyediakan pelatihan sukarela bagi pengurus yang dilaksanakan selama seminggu sekali. Setiap minggunya kelas pelatihan yang diberikan oleh seorang wartawan muda yang saat ini sedang menjalankan studi S2 di IPB tidak pernah kehilangan peminatnya untuk sekedar mendapatkan informasi baru yang kemudian dapat digunakan dalam pembuatan majalah. Di dalam kelas pelatihan ini pun para pengurus majalah diberikan tugas membuat tulisan setiap minggunya dengan tema yang berbeda. Saya baru kali ini berkesempatan untuk hadir dalam kelas pelatihan. Saat itu tema yang sedang diangkat adalah bagaimana kita dapat menggapai mimpi kita dikemudian hari. Sungguh menyenangkan rasanya ketika mengetahui mimpi dari teman-teman satu perjuangan ini. Mereka sungguh terlihat luar biasa dengan mimpi yang mereka punya. Mereka terlihat bersungguh-sungguh untuk menggapainya. Saya sedikit iri karena saat itu saya tidak mempersiapkan tulisan yang seharusnya dibawa dan dibacakan di depan teman-teman lainnya. Namun, pada kesempatan kali ini ada hal yang ingin saya bagikan seputar mimpi yang saya miliki dahulu dan mimpi yang saya miliki saat ini. Keduanya berbeda karena keduanya hidup dalam waktu yang berbeda pula.

Menjadi seorang Dokter adalah cita-cita yang tidak akan pernah bisa saya hapuskan dalam memori ini. Terlalu melekat bagaimana saya merencanakan segalanya untuk dapat meraih gelar sarjana kedokteran ini. Terlalu banyak yang harus saya lakukan ketika saya telah memperoleh sarjana kedokteraan di tempat yang seharusnya menerima saya sebagai mahasiswanya. Dan terlalu sakit ketika saya harus mengingat semua alasan mengapa saya meninggalkan keinginan ini. Ketika kemarin orang bertanya mau jadi apa saya dikemudian hari mungkin saya masih mengawang dan hanya menjawab “doakan saja saya menjadi orang sukses”.

Banyak hal yang saya dapatkan dari pembelajaran yang sudah saya jalankan selama kurang lebih satu tahun di KPM ini. Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat merupakan departemen yang dibentuk untuk pengembangan keilmuan sosial seputar Komunikasi, Pengembangan Masyarakat dan juga Ekologi Politik. Dari pembelajaran pada bidang Komunikasi saya telah mengetahui seputar sejarah dari komunikasi itu sendiri. Kemudian saya diajarkan bagaimana menjalin relasi dengan orang dengan menggunakan komunikasi yang benar dan atau bagaimana pembentukan kelompok yang baik untuk sebuah organanisasi yang saya dapatkan dari matakuliah Komunikasi Kelompok. Untuk bidang pengembangan masyarakat sendiri kami diajarkan tentang bagaimana memberdayakan suatu masyarakat, menumbuhkan rasa partisipatif, mendiagnosis tipe-tipe masyarakat miskin, atau bagaimana menganalis keadaan masyarakat dewasa ini. Sedangkan pada bidang Ekologi Politik ini kita disuguhkan tentang permasalahan-permasalan ekologi saat ini, konsep-konsep sumberdaya bersama rezim-rezim pengelolaan sumberdaya alam dan atau pembahasan mengenai gender dan studi pembangunan. Semua itu berkaitan satu sama lain. Sangat terlihat dari ilmu yang beragam ini merupakan ciri dari departemen yang sudah berdiri selama 50 tahun ini (awalnya bernama Sosek).

Dari beragam ilmu yang ada ini kemudian memaksa untuk memilih disalah satunya. Untuk pengembangan masyarakat yang harus dapat memberdayakan dan membangun partisipatif membutuhkan jiwa yang tangguh serta kritis namun penuh kesabaran, ekologi politik yang harus menguasai segala hal yang menyangkut dengan peraturan agar tidak terbodohi, atau komunikasi yang harus menguasai dunia secara keseluruhan dengan pengetahuan yang luas. Semua itu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun, semuanya saat ini masih terasa seimbang dalam diri. Secara pribadi saya menyukai keseluruhan mata kuliah yang ada di KPM ini namun kembali lagi pada cita-cita saya yang mengharuskan saya untuk fokus pada salah satu bidang tersebut.
Jadi cita-cita lu adalah….. l pengen kerja dibidang marketing 😀 l Lah kenapa? Bukannya elu harus belajar lagi tentang sesuatu yang baru? l Memangnya apa yang salah? Bukankah setiap harinya kita pasti mempelajari sesuatu yang baru itu? Lagipula gue terinspirasi dari seorang wanita hebat yang dalam menjalankan hidupnya tidak pernah menyerah dan dia pun lulusan di KPM ini loh….
Marketing atau pemasaran merupakan suatu proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang dan jasa dari suatu produk. Dengan begini saya tahu bidang mana yang mendapat porsi paling besar untuk mencapai cita-cita baru saya ini. Lagipula dengan saya bekerja dibidang marketing itu artinya saya dapat berkenalan dengan orang baru dan memperoleh pengalaman baru seperti apa yang saya nikmati saat ini. Selain itu alasan mengapa saat ini saya berada di Majalah Komunitas bagian Advertising dan juga merupakan bagian dari bidang relasi pada departemen Komunikasi, Informasi dan Relasi, BEM FEMA TRILOGI IPB, adalah untuk memperoleh kenalan baru dari setiap kegiatan yang ada. Saya percaya bahwa seribu teman itu lebih dari dari satu musuh karena seribu teman ini dapat membantu kita  disaat kita membutuhkannya namun bukan berarti saya hanya memanfaatkan teman disaat tertentu saja :p
Asikk.. Terus di perusahaan mana dell? l Duh.. skip dulu deh pertanyaan itu 😀
Tetap semangat untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan. Karena memang didalam hidup ini penuh dengan perbandingan. Diatas langit masih ada lagit namun persoalannya adalah bagaimana kita bisa merangkak naik ke langit yang lebih tinggi. Percayalah bahwa usaha dan doa dapat mempermudah kita untuk mencapai langit tertinggi itu 🙂
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s