The Japanese Wife

Judul Buku: The Japanese Wife
Penulis: Kunal Basu
Bahasa: Bahasa Indonesia
Penerbit: Bentang
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 378
The Japanese Wife adalah novel karangan Kunal Basu, penulis kelahiran Kolkata, India yang salah satu dari sedikit penulis yang menggeluti genre fiksi sejarah romantis. The Japanese Wife telah diadaptasi menjadi film di India dan meraih Best Film Award dari Calgary Film Festival 2011.



Snehamoy Chakrabarti, guru matematika di SMP Shonai memiliki arti nama yang unik pada dua suku pertama, sne..ha yang artinya “kasih sayang” dalam bahasa Bangla. Sneha merupakan nama yang diberikan oleh bibinya. Orang lain yang mengenalnya memanggil dengan sebutan yang lebih formal sebagai seseorang yang ahli dalam memecahkan soal yang tidak dipecahkan. Namun diam-diam, dia dipanggil Japani – si orang jepang karena statusnya yang dikenal diam-diam memiliki teman dekat wanita Jepang.

Snehamoy bermaksud menjadikan Miyage sebagai sahabat penanya. Mereka saling bertukar cerita dan saling bertukar barang-barang dari negeri masing-masing. Snehamoy juga menceritakan tentang perguruan tingginya, bibinya dan sungai yang mengalir di dekat rumahnya. Miyage juga ikut bercerita tentang sungainya, Nakanokuchi. Kebiasaan mereka ini ditertawakan oleh rekan-rekan sesama mahasiswa Snehamoy. Mereka memata-matai Snehamoy, mencuri surat-surat dan membacakan surat-surat yang hendak dikirim kepada wanita istimewanya, Miyage. Suatu ketika Miyage menjadi lain, hampir-hampir seperti orang lain kepada Snehamoy. Miyage mengutarakan perasannya di salah satu suratnya yang dia utarakan menggunakan tinta biru mencolok “… nah, Snehamoy aku harus menyampaikan sesuatu yang penting kepadamu. Aku ingin mengajukan diri sebagai istrimu. Tolong katakana kepada bibimu bahwa aku akan menjadi menantu yang baik. Jika kamu bersedia, kita akan menikah”.  Snehamoy merasa lega, dia menerima lamaran Miyage. Snehamoy menceritakan semuanya kepada bibinya. Awalnya bibi Snehamoy hanya menganggap semua kegiatan surat-menyurat ini lelucon belaka sampai akhirnya dia mengetahui keponakannya sudah menikah melalui sebuah surat. Bibi Snehamoy selalu menanyakan kapan Snehamoy membawa Miyage ke rumahnya, karena menurutnya seorang istri harus tinggal di rumah suaminya. Sebelum menikah dengan Miyage, Snehamoy pernah dijodohkan oleh gadis desa pemalu kenalan bibinya. Namun, apadaya hati tidak berbicara yang kemudian membuat Snehamoy menolak gadis itu dan membiarkan dia menikah dengan seseorang laki-laki lain.

Di suatu pagi Snehamoy dibangunkan oleh suara berisik dari seorang anak lelaki. Dia terkejut karena kedatangan anak lelaki itu. Snehamoy terbangun dan kemudian menghampiri bibinya di dapur. Dalam sekejap dia langsung tahu siapa wanita lain yang berada di dapur- gadis pemalu yang dipilihkan bibi untuknya dua puluh tahun lalu. Dalam nada berbisik, sang bibi memberitahukan cerita lengkap mengenai perempuan itu kepada Snehamoy saat makan siang. Wanita itu meninggalkan rumah mertuanya bersama anak laki-lakinya karena tidak tahan dengan mertuanya yang tidak ramah. Bibi menyatakan bahwa dia akan aman disini dan Snehamoy dapat menjaga keduanya. Snehamoy sangat terkejut dan mengerutkan keningnya. Ketika melihat reaksi Snehamoy, sang bibi menegurnya untuk ikut membantu wanita yang lemah itu.

Sepanjang dua puluh tahun pernikahan, mereka tidak pernah bertemu sekalipun. Namun, bagi Snehamoy, itu bukan perkara besar. Dia masih dapat menahan rasa rindu yang tiada tara melalui surat-surat yang dikiriminya. Kehidupan yang seperti ini membuat Snehamoy mendapat olok-olok dari orang-orang sekitar. Dia merasa aman dengan Miyage yang berada dalam pelukannya saat ini.

Hari-hari Snehamoy dihabiskan bersama bibi dan dua orang penghuni baru di rumahnya. Mereka melewatkan banyak hal yang menyenangkan yang salah satunya adalah mengikuti pertunjukan layang-layang yang juga ditonton oleh bibi dan ibu dari si bocah laki-laki. Snehamoy dan anak laki-laki itu menerbangkan layang-layang pemberian Miyage kepadanya yang mereka beri nama si pendekar Nagasaki.

Suatu  ketika Snehamoy mendapat berita buruk bahwa Miyage sakit parah. Dia tampak sangat panik dan bersihkeras untuk menjenguknya di Jepang. Dia menceritakan semuanya kepada sang bibi. Namun, bibi tidak memberikan solusi yang baik atas kejadian ini. Bibi masih memaksa Snehamoy untuk membawa Miyage ke India. Cinta yang berliku ini pada akirnya mengijinkan untuk bertegur walau terlambat.

Dari sinposi diatas kita bisa mengetahui, bahwa cinta tidak harus selalu ditunjukan secara nyata. Tidak selalu harus mereka yang disekililing kita mengetahui tentang cinta yang dirasa. Bahwa hal yang terpenting bukanlah dengan siapa kita mencinta namun bagaimana kita mencinta dan dapat mempertahankan semuanya. Disini penulis juga mengajarkan bagaimana kita sabar dalam menunggu seseorang walaupun seseorang itu tidak dapat dipastikan tidak akan datang. Perjuangan untuk tetap mempertahankan kebahagiaan keluarga dan juga kebahagiaan hati kecilnya. Penulis mampu membawa kita yang membacanya terhenyung kedalam cerita yang bergenre fiksi sejarah romantis ini. Namun, dalam cover novel tidak disebutkan secara rinci isi dari novel tersebut. Novel ini merupakan kumpulan dari cerita-cerita dari lokasi yang berbeda dari seluruh dunia. Hal ini lah yang sempat membuat saya kecewa karena bukan terfokus pada satu cerita melainkan terdapat tiga belas cerita yang disuguhkannya. Akan tetapi hal begitu tidak mengurangi nilai terhadap isi dari setiap ceritanya tentang kehidupan salah seorang tokoh yang (selalu) berkembangsaan India melewati kehidupan di penjuru dunia yang berbeda.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s