Hati dan Kita

Pertemuan kali ini rasanya pertemuan pertama kami di semester empat. Setelah berkutat dengan UTS dan hari-hari sibuk di organisasi akhirnya kami dapat bertemu juga. Ya benar, yang saya maksud disini adalah Spammers. Spammers bisa disebut kumpulan pertemanan pertama saya ketika status saya menjadi mahasiswa IPB. Kami saling kenal di media sosial, Facebook pada Grup ANGKATAN 48 – INSTITUT PERTANIAN BOGOR. Namun, kesempatan kali ini saya tidak akan membahas spammers secara keseluruhan karena ada hal yang menarik yang ingin saya bagikan menyangkut hati. Hati saya dan juga mereka :’)
Mereka? Siapa aja emang, Dell? Spammers lagi kumpul lengkap bukan? l Engga lengkap kok cuma ada gue, Pristi, dan Citra πŸ˜€
Permasalahan hati sepertinya tidak kunjung usai untuk dibicarakan. Selalu saja ada hal yang memang harus dibahas, diperdebatkan atau dibagikannya kabar suka dan duka. Permasalahan hati juga mempunyai waktu pembahasannya sendiri ketika kami sedang berbincang. Sepertinya masalah hati itu sudah masuk katagori crucial bagi saya.

Semua dimulai dari cerita tentang keadaan sahabat saya Pristi yang sedang diuji hatinya dan Citra yang sedang merasakan gejolak hati di masa-masa satu tahun kebersamaan dengan Teguh dan tidak lupa saya yang mencoba menguatkan hati agar semuanya baik-baik saja. Kami memiliki masalah yang berbeda satu sama lain. Kami berbagi semuanya, kami mengungkapkan hal yang tidak diketahui mereka yang juga dekat dengan kami. Rasanya kami bertiga seperti saudara yang dengan hati terbuka menceritakan semuanya. Cerita hati dimulai dengan air mata menggunakan perasaan seorang wanita kebanyakan. Semuanya kami luapkan tanpa ada satu cerita pun yang kami lupakan untuk kami sampaikan. Setelah waktu yang kami habiskan untuk menangis bersama rasanya egois sekali jika kami tidak menggunakan logika yang kami punya dan yang hanya dimiliki oleh makhluk paling sempurna, manusia. Kemudian kami mencoba menganalisis semua permasalahan yang sudah kami utarakan. Kami membaginya menjadi dua bagian, positif dan negative. Namun, Pristi sesosok wanita dewasa yang sepertinya keseluruhan jiwanya terisi oleh bagian positif yang kemudian membuat bagian negative itu menjadi sesuatu yang bermakna. Dia mengajarkan untuk melihat segalanya dari sisi positif dan jangan membuang sisi negative tetapi simpan dan resapi maknanya. Ketika sedang bersama Pristi, dunia serasa beraroma positif yang menenangkan dan juga menyejukan. Pristi pun yang menguatkan saya untuk tetap yakin pada komitmen ini. Komitmen hati yang sedang saya jalankan. Tentang kekonsistenan menjaga sebuah hubungan. Karena menurutnya seorang pria yang memperjuangkan seorang wanita lebih dari apapun dan siapapun adalah sosok yang istimewa.
Subhanallah Pristi l Subhanallah.. Kalau Pristi cowok rasanya pengen ta’ nikahi :’)
Yaa, walaupun sudah beberapa kali saya uturakan masalah yang sama kepada beberapa orang yang berbeda tapi mereka tidak dapat membuat saya menangis. Sepertinya tolak ukur hati saya tenang itu dengan menangis. Pantas saja dari kemarin hati ini masih belum tenang dan ternyata memang saya belum mengutarakan semuanya, belum ada air mata yang benar-benar menenangkan. Dan lagi-lagi dari awal perkenalan kami sosok Pristi lah yang dapat meyakinkan semuanya. Dan Citra juga yang selalu tak terduga membuka semuanya dengan canda tawa.

Jalani-yakini-ikhlassemua itu akan berakhir dengan sesuatu yang mengejutkan. Semua itu akan berakhir dengan bahagia dan jika bahagia belum kunjung datang maka itu bukan lah sebuah akhir. Percayalah semua itu sudah ada garisnya dan tetap semangat menjalani hari karena sesungguhnya kewajiban kita saat ini adalah mengejar mimpi. Mimpi yang kemudian akan dipersatukan dengan hati. Terima kasih Pristi. Terima kasih Citra πŸ˜€
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s