Ketika dia datang

Halo Apa kabar? l waaahhh!! kemana aja? l hehe maaf sibuk kuliah jadwal padat l ciyeee..

Sudah hampir sebulan saya tidak mengisi di halaman ini. Bukan karena saya tidak ingin tetapi kesempatan itu selalu teralihkan pada tugas yang menumpuk. Hari ini baru saja saya dan teman-teman KOMINFOREL BEM FEMA menyelenggarakan sebuah event menyangkut penulisan. Pelatihan penulisan ini diikuti oleh mahasiswa FEMA dari tiga jurusan yang masih aktif sebagai mahasiswa. Sungguh menyenangkan rasanya karena disana saya mendapat pengetahuan baru dan juga teman baru. Walaupun pelatihan hanya berlangsung selama tiga jam tetapi saya mendapatkan apa yang saya inginkan. 


Sesi pertama acara dimulai dengan perkenalan diri dan pengalaman masing-masing dalam dunia penulisan. Ternyata teman-teman yang tergabung dalam pelatihan hari ini sudah memiliki jam terbang yang lumayan tinggi dalam menulis. Hasil karya tulisan mereka tidak kalah hebat dengan para penulis di majalah-majalah yang kita baca. Saya menjadi sedikit minder karena tulisan saya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan mereka. Forum terasa sangat hidup karena banyak hal yang dibahas menyangkut penulisan. Saya rasa kami telah cukup berhasil mengadakan pelatihan penulisan ini. Alhamdulillah….


Tapi apa artinya jika sebuah pelatihan tidak membuahkan hasil? Pelatih menulis yang juga mahasiswa S3 di IPB memberikan tantangan kepada kami untuk dapat menulis bebas selama 10 menit tanpa henti. Menulis bebas disini adalah menulis dengan tema yang bebas dan juga dengan gaya yang bebas. Apa  pun yang terlintas dipikiran atau pun apa yang ingin diungkapkan harus tertuang pada sebuah tulisan. Kebetulan sebelum pelatihan ini dimulai, teman saya mencurahkan isi hatinya kepada saya. Dia menceritakan tentang kisah cintanya saat ini. Maka jangan heran jika hasil tulisan yang saya buat sedikit menyangkut masalah hati. penasaran? silahkan lihat 🙂


“Terima kasih kamu telah datang malam ini menemaniku untuk belajar. Aku sangat senang walaupun kamu hanya datang sebentar. Walaupun tidak banyak yang kita bicarakan dan walaupun apa yang kita bicarakan bukan tentang kita. Aku tidak mengerti kenapa aku seperti ini. Ada perasaan bahagia ketika kita saling bercerita. Kamu bukan orang yang spesial di hidupku karena kamu memang tidak sepantasnya ada di hatiku yang sudah dimiliki oleh Ari. Tapi yah apa boleh buat kamu datang di saat yang tepat ketika aku merasa sendiri dan membutuhkan.” Itu adalah pesan yang hampir saja aku kirimkan kepada Marwa teman sekelasku. Aku tidak tahu aku ini kenapa. Aku sudah menjadi gila karena semuanya. Karena statusku yang menggantung dan adanya lelaki lain yang mengalihkan semuanya. Ari bukan orang jahat. Dia sedang sibuk mengurusi bisnis barunya di tempat kuliah tapi aku bukan seorang wanita kuat yang bisa menerima segala kesibukannya dikala aku sendiri. Aku tahu marwa datang bukan karena ingin menggantikan Ari, tetapi dia hanya senang bertukar pikiran denganku. 

rasanya aku harus segera membicarkan hal ini kepada Ari. Aku harus menyelesaikan semua rasa resah yang sudah lama ada. Tapi apa yang harus aku lakukan setelahnya? Apa aku harus memutuskan hubungan ini atau aku harus terus menunggunya seperti apa yang aku lakukan sekarang? Tapi peduli amat. aku harus mencobanya sekalipun itu menyakitkan.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s