Obral-Obrol Bangsa

Hari ini saya menyempatkan untuk hadir di acaara kebangsaan yang diadakan oleh BEM KM IPB. Pada awalnya acara tersebut dilangsungkan pada 15 Februari lalu, namun karena satu dan lain hal maka dilakukan pengunduran waktu. Saya sudah sangat menggebu untuk hadir dan berjumpa dengan calon pemimpin bangsa. Bukan sekedar untuk pamer kepada mereka yang tidak hadir tetapi untuk bisa mengenal lebih dekat siapa calon presiden bangsa kita.

Antrian peserta dan undangan Obral-Obrol Bangsa

Video tentang kebangsaan disuguhkan selama kami menunggu para calon presiden datang. Video clip dari para pekerja entertainment menjadi pusat perhatian peserta karena keunikan konsep yang diberikan. Ada juga video mengenai pancasila sebagai jiwa Indonesia yang menggetarkan raga penanda kecintaan negeri. Dan satu video penutup datang dari negara K-Pop yang menceritakan keindahan negeri dari Sabang-Merauke. Antara bahagia dan kecewa ketika video yang berdurasi lima menit tersebut dibuat bukan oleh tangan teman-teman di Indonesia, tetapi menjadi terharu karena dunia begitu peduli kepada diri kita.
Acara mengalami keterlambatan selama satu jam dari waktu yang telah ditentukan. Macetnya Kota Bogor menjadi alasan utama, tapi tidak apa asalkan kami tetap dapat bertemu dengan calon pemimpin negeri. Pembukaan demi pembukaan dibuka dengan sambutan dan hiburan. Nyanyian syahdu Agriaswara membuat hati menjadi sedu. Disusul oleh sambutan Ketua BEM KM IPB dan Bapak Rektor IPB yang berjiwa muda. Akhirnya, pada pukul 09.00 acara dimulai. Sayang seribu sayang., hanya empat tokoh bangsa yang dapat menghadiri undangan pihak IPB di acara Obral-Obrol Bangsa. Mungkin puluhan tokoh lainnya hadir karena berhalangan mengurusi hal lain untuk negeri ^^.


Keempat pembicara tersebut memiliki track record yang bereda, namun memiliki semangat juang yang sama. Empat pembicara yang hadir pada pagi ini adalah Dr. H Syahrul Yasin Limpo SH, M.Si, MH, Dr. Ali Masykur Musa, M.Si, M.Hum, Jendral (purn) Endriartono Surtarto, Ir. H. Isran Noor M.Si. Riuh datang dari bangku peserta ketika keempatnya menempati tempat duduk di atas panggung berasam moderator ulung dan rektor IPB, Bapak Hery.


Keempatnya memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara tentang Indonesia dalam waktu 10 menit. Kesempatan pertama diberikan kepada Jendral (purn) bapak Endriartono. Beliau mengangkat tema demokrasi untuk dibahas pada dialog kali ini. Demokrasi menjadi kajian menarik untuk diangkat. Dikatan bahwa demokrasi setiap negara berbeda karena ciri khas dari setiap negara tentu berbeda. Maka kita tidak boleh menerima mentah-mentah demokrasi dari dunia luar. Khawatir tidak sesuai dengan budaya bangsa dan kemudian dapat memecah pertiwi. Demokrasi yang diangkat beliau kali ini berujung pada tujuan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Hal ini disampaikan agar pertumbuhan dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. 

 Bapak Endriartono berbicara tentang pandangan terhadap negeri


Tetapi ada yang salah diantara tokoh lain yang duduk di atas panggung ketika Bapak Endriartono berbicara, mereka tampak tidak antusias dan asyik dengan gadget masing-masing. Saya rasa simpatik mereka terhadap lawan yang sedang berbicara itu kurang. Bapak Endriartono yang memiliki posisi di negara ini saja diacuhkan bagaimana nanti ketika kita sebagai rakyat Indonesia menyuarakan aspirasi untuk kebaikan? entahlah… saya cukup sedih untuk mengakuinya…


Kemudian kesempatan kedua diberikan kepada Bapak Syahrul yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Selatan. Bapak Syahrul dengan semangat membakar gedung GWW. Bapak Syahrul memberikan kritik kepada pemerintah saat ini tentang pertanian Indonesia. Kritik yang diberikan terasa kejujurannya. Tidak salah dari semua kritik yang diberikan, namun tidak juga benar karena kami masih bersifat netral. Jika pemerintah sekarang sudah membuat kesalahan maka generasi mendatang harus memperbaikinya. Menurut beliau terdapat dua hal yang dapat memajukan suara kebenaran, yaitu media dan mahasiswa!

 

Bapak Isnan Noor tampak serius

 

Kesempatan ketiga dan keempat disusul oleh Bapak Ali Masykur Musa yang memiliki jargon Indonesia AMM (Adil, Makmur, berMartabat). Dengan gayanya yang santai dan pembawaannya yang tenang membuat kami semua diam memperhatikan. Selanjutnya Bapak Isnan Noor yang menjabat sebagai Kutai Timur sangat dielu-elukan oleh moderator hari ini. Pembawaan Bapak Isnan Noor sangat tenang dengan logat khas dari Kalimantan. Beliau pun tampak rapi dengan baju koko putih yang ia kenakan.
Setalah keempatnya memberikan pandangan tentang Indonesia kedepannya, mahasiswa IPB dibantu oleh moderator meminta keempatnya untuk bernyanyi. Tantangan terbuka ini ternyata mengagetkan para pembicara. Mereka tampak malu-malu ketika diminta untuk bernyanyi. Tetapi pada akhirnya Bapak Syahrul memulai tantangan ini dengan bernyanyi lagu Slank. GWW kembali riuh karenanya. Sebagian mahasiswa IPB larut dan bernyanyi sambil berdiri. Saya tetap duduk di tempat menikmatinya ^^. Setelah itu tidak ada lagi yang mau bernyanyi. Ya, tidak masalah namanya juga tantangan dadakan ^^. Akan tetapi kami mahasiswa IPB dikejutkan oleh Bapak Isnan Noor yang tiba-tiba bersedia membawa solawatan nabi besar Muhammad SAW. Subhanallah…


Acara kemudian adalah sesi untuk kita menjadi lebih dekat dengan mereka. Banyak dari teman-teman IPB yang antusias untuk dapat kesempatan bertanya. Pertanyaannya pun tentu seputar pertanian kedepannya. Namun sekali lagi sayang seribu sayang saya tidak dapat menyimak semuanya hingga usai. Ada janji yang harus ditepati hari ini. Akan tetapi hal tersebut tidak menjadi persoalan besar karena saya sudah memiliki gambaran dari masing-masing tokoh kebangsaan yang telah hadir hari ini.


Terima kasih sudah menyempatkan hadir di kampus rakyat. Terima kasih sudah membawa kami pada euforia pemilu 2014. Kami tetap akan memilih yang terbaik dari kalian yang datang atau tidak datang hari ini karena kami adalah bagian dari Indonesia yang juga berperan. Semoga harapan yang telah diucapkan hari ini dapat terjadi di hari kemudian. 


Salam Indonesia,

@delladiningtyas


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s