Arti Pertemuan

Tulisan saya malam ini diinspirasi oleh hasil ketikan dari seorang blogger yang besar namanya di dunia Tumblr.com .

Tidak pernah terpikir memang atas dasar alasan apa kita saling dipertemukan dengan orang lain. Entah untuk sekali saja atau kah untuk selamanya. Entah siapa yang memulai percakapan atau hanya saling menatap. Saling menatap itu juga bisa dibarengi oleh sunggingan senyuman atau tatapan kosong kedepan. Ya tidak pernah terpikirkan sampai pada akhirnya saya membaca tulisan tersebut. Sederhana namun memberi makna. Segalanya memiliki rahasia yang tidak tahu harus dipecahkan atau diabaikan.

Imagepotongan tulisan Masgun

Bagaimana dengan pertemuan yang berujung pada perasaan? Tidak ada percakapan berarti namun sulit dilupakan. Ibarat kata dari mata turun ke hati. Ada loh yang seperti itu. Bukan hanya seorang atau dua orang yang bercerita, tetapi banyak teman yang mengalaminya. Pertemuan berujung pada kata cinta –atau suka, yang menimbulkan listrik positif di hati dan berkeinginan menarik bagian negatif milik orang yang dituju. Rasanya kalau sudah menyangkut hati repot jadinya. Padahal hanya sekedar pertemuan, tapi mengapa begitu mendalam. Pertemuan selalu memberikan banyak cerita. Menarik atau tidak, tapi begitulah pertemuan, sering terjadi dimana pun kita berada.

Kalau kisah cinta kalian disebabkan oleh pertemuan kecil, pasti ada sisi menarik mengapa bisa menjadi seperti itu. Atau mungkin pertemuan kalian bisa saja direncanakan oleh mereka yang ingin melihat kebersamaan kalian hihi.

Tuhan selalu memberi arti di setiap pertemuan kita dengan orang lain. Sedikit cerita, pertemuan saya dengan Bagas adalah pertemuan terencana. Seorang teman mencoba mencomblangkan ketika kami masih duduk di bangku SMA. Awalnya kami memang malu-malu tapi pada akhirnya terjadi juga ^^. Pertemuan pertama terasa begitu sepi. Terang saja tidak ada percakapan mendalam diantara kami karena kami baru saling mengenal. Hanya dua minggu sebelum pertemuan pertama kami melakukan percakapan mxit dan terkadang pesan singkat berbayar. Pertemuan pertama yang terencana itu kemudian berlanjut ke pertemuan berikutnya dimana kami memutuskan untuk pergi mengunjungi acara kebudayaan Jepang di Hotel Salak Heritage, Bogor. Tidak disangka ternyata Bagas juga seorang yang penggila Jepang! Di pertemuan kedua inilah kami mulai banyak bercerita dan saling berbagi.

Pertemuan saya dengan Bagas tidak terhenti begitu saja. Kami memutuskan untuk bersama dan menjalin cerita. Cerita kami masih bergulir hingga saat ini, dengan ada atau tidaknya sebuah pertemuan, cerita ini masih berlanjut. Saat ini pertemuan kami terhalang oleh jarak ratusan kilometer. Bogor-Surabaya bukanlah jarak yang dekat, tapi dengan bermodal smartphone dan pulsa internet kami dapat saling bertegur sapa. Berterimakasihlah kita kepada mereka yang menciptakan kemudahan untuk komunikasi jarak jauh. Kalau saja hidup kami seperti di tahun 80-an, tidak tahulah bagaimana nasib kami selanjutnya. Tetapi kami percaya masih ada rahasia dibalik pertemuan-pertemuan esok yang memberikan arti ‘cerita tentang kita’.

Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan di setiap pertemuan. Tuhan mempertemukan pasti untuk kebahagiaan. Tidak peduli akan bersatu atau hanya sekedar bersama nantinya, pasti ada keindahan dibalik semuanya. Tuhan selalu tahu apa yang kita butuhkan, bukan sekedar yang kita inginkan.

Salam, @delladiningtyas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s