Salam dari Desa Koleang

Sembilan hari sudah kami mahasiswa IPB menjalankan program KKP tahun 2013/2014. Banyak cerita yang kami dapatkan selama sembilan hari ini. Tentu kesan yang didapatkan oleh masing-masing mahasiswa di setiap daerah berbeda satu sama lain. Desa Koleang menjadi tempat saya untuk belajar bersama masyarakat. Terletak di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Desa Koleang merupakan salah satu tempat yang menjadi sasaran KKP IPB 2013/2014. Alasannya adalah karena program kesehatan dan pendidikan di Desa Koleang sudah cukup baik namun masih membutuhkan pendampingan. Hal ini terungkap dari hasil diskusi (FGD) bersama stakeholder yang ada di Desa Koleang yang fokus pada permasalahan kesehatan dan juga pendidikan anak usia dini. Walaupun demikian permasalahan di bidang pertanian masih harus diperhatikan. Kami berusaha membantu warga yang membutuhkan menyelesaikan masalah pertanian. Sayang sekali memang ketika masih banyak warga yang membutuhkan penyuluhan pertanian, tapi masing-masing dari anggota kelompok kami tidak memiliki kompeten di bidang pertanian. Kelompok yang ditempatkan di Kecamatan Jasinga secara keseluruhan merupakan gabungan mahasiswa dari Fakultas Ekologi Manusia, kompetensi yang dimiliki fokus pada bidang gizi masyarakat, ilmu keluarga dan konsumen, serta komunikasi dan pengembangan masyarakat. Ini perlu diperhatikan oleh panitia penyelenggara untuk lebih dahulu mengenal masyarakat serta tipologi kawasan tempat mahasiswa belajar bersama masyarakat sebelum membentuk kelompok KKP. Karena sangat disayangkan ketika ilmu yang didapatkan selama dua tahun belajar di masing-masing departemen tidak (terlalu) dibutuhkan oleh masyarakat sasaran.

Kelompok 2 Desa Koleang

Kekompakan terbentuk atas rasa saling menghargai serta mengerti satu sama lain. Cerita dimulai ketika kami membutuhkan sosok laki-laki di kelompok dua Kecamatan Jasinga dalam menjalankan program KKP ini. Tidak mudah loh mendapatkan laki-laki di FEMA yang mayoritas mahasiswanya perempuan. Kami sangat bersyukur ketika salah satu kelompok merelakan satu anggota laki-lakinya ditukar dengan satu perempuan dari kelompok kami. Bukannya kami tidak mampu bekerjasama hanya dengan perempuan, tapi kami juga membutuhkan sosok yang lebih dominan menggunakan rasionalnya dibanding perasaan. Hal ini terbukti perbedaannya (dengan ada atau tidaknya laki-laki) ketika kami sedang mengambil keputusan kelompok loh. Hmm… laki-laki juga dapat melindungi kami kaum hawa di malam harinya hihi~ Setelah terbentuknya kelompok baru kami mulai mencoba untuk lebih mengenal satu sama lain. Kami mulai berani untuk berbagi cerita ketika sedang bersama. Bukan hanya masalah kelompok yang kami bagikan, masalah hati serta persoalan lainnya pun kami ceritakan. Cara ini sengaja kami lakukan agar lebih cepat mengenal pribadi dari masing-masing anggota, karena dua bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk kita hidup bersama dalam satu atap menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat sekitar.

img1404183251747

sebelum keberangkatan ke Desa Koleang

Desa Koleang memiliki enam kampung, sembilan rukun warga, serta 39 rukun tetangga. Kedekatan antar warga sekitar kami rasakan ketika kami berkeliling kampung. Kami juga sudah dikenal baik oleh aparat Desa. Dengan kebaikan yang diberikan warga Desa Koleang membuat kami semakin semangat untuk menjalankan program. Kami juga tidak ragu untuk meminta saran dari masing-masing stakeholder loh. Sangat jelas bahwa mereka membutuhkan perhatian lebih dari pihak luar akan masalah yang ada selama ini. Pendampingan akan program yang sudah ada sebelumnya pun perlu diperhatikan lagi agar warga semakin semangat dalam bekerja. Keterbukaan akan masalah juga kami rasakan ketika melangsungkan FGD. Memang sih awalnya kami yang lebih dominan berbicara, tapi pada akhirnya suasana manjadi cair ketika para stakeholder mulai percaya kepada kami. Kepercayaan itulah yang menjadi modal kami untuk bisa semakin diterima oleh warga di Desa Koleang.

page1

suasana sehabis FGD

Salam dari Desa Koleang

Masih ada tujuh minggu efektif lagi untuk kami menjalankan program yang sudah disepakati bersama. Itu tandanya kami harus terus menjaga kekompakan yang sudah terbentuk ini. Kami harus bisa menahan egois untuk mau menang sendiri dan juga rasa tidak saling memiliki. Kekompakan memang pada hakekatnya muncul bukan dalam waktu yang singkat. Ingat juga bahwa kami bukan untuk sekedar liburan di Desa orang dan melupakan tugas utama. Pengabdian masyarakat menjadi kunci sukses dalam program KKP IPB. Mudah diucapkan namun sulit dijalankan. Tapi ketika disadari kami tidak sendiri, kemudahan akan selalu datang menyertai kami. Salam hangat dari Desa Koleang. Doakan kami disini yah ^^

page

Sebelum FGD dengan Ketua RW Desa Koleang

PhotoGrid_1404810147033

Sebelum kepulangan untuk nyoblos Pilpres hihi ^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s