Semester 7 Yang Ku Tunggu, Ku Tunggu…

Kalau kemarin saya disibukan dengan agenda rutin di Desa Koleang, sekarang saya sedang disibukan dengan agenda kampus yang sudah menggunung. Sebenarnya saya tinggal menyelesaikan dua matakuliah wajib yang bertemu dosen setiap minggunya serta satu kuliah Studi Pustaka yang merupakan bagian dari penyusunan skripsi tahun depan. Kegiatan akademik sih engga banget kalau gue bilang bikin hari-hari gue sibuk. Tapi ternyata kegiatan non akademik lebih banyak menyita waktu saya belakangan ini. Agenda rapat sepertinya sudah menjadi keharusan dalam satu minggu. Entah membahas yang menjadi agenda rutin atau sekedar membahas peluang untuk masa depan. Rasanya ingin seperti amoeba yang bisa membelah diri deh. AAAAAAAAAAAK!!

Teman-teman di sekitar saya juga berada dalam ritme yang sama yaitu, kuliah, praktikum, cari jurnal, bimbingan, rapat, rapat dan ra-pat. Jadi saya sudah terbiasa dengan kata rapat dan organisasi selama menjadi mahasiswa di IPB. Hmm… untuk saya ini adalah hal yang sangat biasa, tapi lain halnya dengan ayah saya di rumah.

“Kamu tuh udah semester 7 masih aja rapat. Udahlah lepasin aja semuanya, kasih jabatan kamu ke adek kelas. Biar mereka ngerasain jadi kepala kayak kamu. Tahun depan lulus, yah.”

Antara senang dan sedih mendapat komentar tersebut dari ayah. Ayah yang sebenarnya lebih hebat menjalin relasi dengan orang lain, ternyata lebih senang kalau anaknya hanya disibukan dengan kegiatan akademik. Duh, tapi sayang aku tidak demikian, ayah.

Saya hanya manggut-manggut saja kalau sudah diminta untuk berhenti organisasi. Lah, tinggal tiga bulan aktif berorganisasi kenapa saya harus melepaskannya sekarang? Dasar ayah….

SEMANGAT TEMAN-TEMAN

Kemarin saya dan teman-teman sempat dipusingkan dengan miscommunication. Sederhana namun menyebalkan. Sepele namun dapat dengan mudah kita temukan. Hampir gila rasanya mengurusi hal seperti itu. Padahal saya dan teman-teman berada dalam bidang keilmuan komunikasi, tapi masih saja ada miss nya. Ya, namanya juga hidup ga selalu berjalan sesuai keinginan kan?

Sekarang kita sudah semester 7. Kita sudah berada di penghujung tingkatan. Ini kan yang kita tunggu, teman-teman? Kita ingin segera melepaskan title jabatan selama satu tahun belakangan ini. Kita sedang fokus untuk membuat masa kepengurusan yang dikenang oleh yang lainnya. Tapi kita juga tidak pernah melupakan prioritas belajar di kampus IPB tercinta. Kalau kata Tidi.

“Semangat Dele, sebentar lagi kok…”

Simple tapi memang itu adanya. Cuman semangat yang kita punya sampai akhir kepengurusan. Kebersamaan yang sudah terjalin semoga tidak sampai sini saja, yah. Kita masih punya mimpi untuk bisa satu tim nantinya. Entah kalian akan membantu memasarkan rumah makan milik saya atau kita coba kenalkan produk susu milik Nindya atau juga kita bisa sama-sama mengurus majalah yang sudah Tidi resmikan. Semua itu harapan yang masih harus kita capai. Masih dalam satu kata yang sama, Semangat. Semangat teman-teman. Sedikit lagi. Satu lagi. Untuk kesuksesan yang sudah pasti!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s