Do It Now!

“If you think you can’t write, you’re wrong! You can learned how to write. then you learned you were doing it wrong.” -Barry Feldman

Masalah bagi penulis pemula adalah sulit untuk mengakui kemampuan menulisnya. Padahal dengan adanya karya tulisan sederhana sudah patut dibanggakan. Merendah menjadi ciri khas bagi  pemain baru di setiap pertandingan. Saya juga masih dikatakan sebagai penulis pemula, jika dilihat dari indikator jam terbang dalam menghasilkan karya tulis. Tidak banyak hasil tulisan yang sudah saya ciptakan saat ini. Tulisan yang saya ikut sertakan dalam perlombaan juga masih dapat dihitung jari, apalagi penghargaan yang saya peroleh di dalamnya, bisa mudah diingat deh.

Nah! saya baru saja melakukan hal yang sering dilakukan pemain baru duhhh.

Sekarang ini saya mencoba untuk terus menulis. Walaupun sebenarnya saya sedang disibukan dalam kegiatan menulis sih, menulis tahap awal skripsi :p hihi. Tapi saya ingin serius mengembangkan kemampuan saya dalam bidang ini. Kemarin saya sempat dipercaya oleh salah seorang dosen untuk menulis artikel karya ilmiah. Wah, kebanggaan tersendiri untuk saya yang masih-sangat-hijau di bidang karya tulis ilmiah.

Della mah apa atuh kalau dibanding penulis handal yang banyak bersliweran di media sosial sekarang.

Tuh kan lagi-lagi merendah……

Tantangan nyata datang dari dalam

Perlu diakui kelemahan saya adalah sulit untuk fokus. Tulisan ini saja dibuat di sela-sela saya merevisi hasil resume jurnal untuk kepentingan skirpsi tahun depan. Saya sudah menyadari kekurangan ini dari lama, saya juga sudah mencoba untuk segera sembuh agar waktu yang saya gunakan dapat digunakan seefisien mungkin. Karena masih dalam proses belajar jadi kesalahan saya kali ini mohon dimaklumi yah? hihi

Tantangan untuk fokus dalam mengerjakan sesuatu tentunya datang dari dalam diri sendiri. Anggapan saya mengenai musuh yang paling sulit untuk dilawan datangnya dari diri sendiri itu tidaklah salah. Adanya kemauan saja tidak cukup untuk kita menghasilkan sebuah karya tulis, kita perlu bergerak dan kemudian fokus melakukan kegiatan itu. Semua itu tentu butuh perencanaan untuk menghindari perbaikan yang terlalu banyak dilakukan.

Sebelum kita mengetahui tantangan nyata yang menghambat proses pengembangan diri, kita harus mengenal kekurangan dan kelebihan terlebih dahulu. Ini bisa memudahkan untuk mencapai tujuan membuat sebuah tulisan. Misalnya saja jika kelemahan kita adalah selalu datang rasa malas, maka kita harus membuat amunisi melawan diri sendiri. Terlalu mudah untuk dibaca, namun sulit untuk dilakukan. Sama halnya kita belajar di dalam kelas yang jauh lebih kita mengerti teorinya dibandingkan praktek di lapang.

Sekarang!

Kita bisa melakukannya mulai sekarang! Jangan bingung tentang apa yang akan kita tulis, cukup siapkan halaman bersih yang akan dipenuhi kata.

“Tulislah apa yang kamu senangi. Tulislah apa yang kamu ketahui.”

Tidak usah menulis hal yang dirasa berat untuk diri sendiri karena ingin terlihat pintar. Tidak usah menggunakan bahasa ilmiah hanya di halaman yang biasa digunakan untuk curhat harian. Serta, jangan terlalu pedulikan pandangan orang tentang hasil tulisan yang akan kita buat, hal itu hanya akan membuat pikiran kita terkurung di dalamnya. Kita akan sulit berkembang jika kita sudah di dalam kurungan, bukan?

The hardest part of everything task is starting. Just do it now, share your posts today. And welcome to the writing process!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s