Basa Basi Biar Ga Basi

wihhh banyak temennya nih….
Ukuran banyaknya teman di daftar pertemanan di setiap akun jejaring sosial boleh kita sombongkan, loh. Hal itu bisa menjadi salah satu penanda kalau kita pribadi yang senang bergaul.

Bertemu dengan orang baru sudah menjadi kesukaan saya sejak lama. Saya senang bertemu dan berkenalan dengan orang baru dari banyak kalangan. Banyak yang bilang sih saya telalu sok kenal sok deket, tapi itu bisa menjadi salah satu cara saya menggaet teman baru. Ya, sebenarnya sih kesan pertama yang bakal kalian temui ketika baru saja berkenalan dengan saya pasti menyanangkan, jaga image mereka sebut.

eh setelahnya juga tetap menyenangkan kok hehe

Kalau dunia tulis menulis adalah hal yang baru untuk saya, lain halnya dengan dunia jalinan relasi. Saya yang awalnya coba-coba mendalami dunia kehumasan akhirnya menjadi jatuh hati. Buku yang bertebaran di kamar saya juga lebih banyak tentang tata cara menjalin relasi yang baik dibandingkan dengan buku trik jurnalistik. Tapi, tidak dipungkiri kalau sebenarnya sampai sekarang saya masih banyak kurangnya dalam menjalin hubungan dengan manusia ini. Salah satu kelemahan yang harus diperbaiki adalah budaya basa basi. Kebiasaan basa basi itu menjadi dasar untuk kita menjalin relasi. Ini bisa memudahkan kita menarik hati yang orang baru kita temui. Hanya saja kita perlu memperhatikan kadar interaksi, karena tidak jarang ada yang menilai kalau budaya basi basi hanya sekedar cari perhatian tanpa ada kelanjutan kedepannya.

Nasihat Bapak I Made Andi Arsana…

Pesan broadcast sudah menjadi makanan sehari-hari bagi mahasiswa seperti saya. Bisa puluhan kali saya menerima pesan broadcast dari setiap grup yang berbeda pada aplikasi chatting di smartphone. Saya tidak melulu membaca dengan seksama setiap pesan broadcast yang masuk , males banyak berita hoax. Tapi, broadcast kali ini lain rasanya. Judul yang saya terima saja sudah membuat saya penasaran, yaitu ini cara saya menggampar mahasiswa saya (Bapak I Made Andri Arsana Dosen Teknik Geodesi UGM). Saya yang pernah melakukan kesalahan fatal saat berhubungan dengan salah satu dosen beberapa tahun silam segera membaca tulisan tersebut dengan perlahan. Di dalamnya dijelaskan bagaimana cara seorang mahasiswa beretika dalam tutur kata dengan seorang dosen. Tidak hanya itu, di dalam tulisan juga disebutkan cara terbaik untuk menjalin relasi dengan sesama untuk memudahkan proses komunikasi. 

hmmm…

Malas Basa Basi? Duh Basi

Pesan broadcast yang saya ceritakan di atas disajikan dalam bentuk poin. Nasihat yang dibagikan memang dikemas secara sederhanaagar kita lebih mudah memahami. Pada poin ke-13 beliau menyebutkan bahwa,

” Malas basa basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu akan diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!”

Seperti tertusuk duri tajam hati adek ini, bang. Adek gak mau sok gengsi lagi deh, bang.

Nah! Ini menjadi salah satu bukti kalau saya masih harus belajar beretika dengan orang lain. Ini juga menjadi pembuktian kalau teori memang lebih mudah dipahami daripada dilaksanakan. Saya yang baru saja berkoar soal budaya konfirmasi kepada salah satu rekan kerja juga harus mengenalkan budaya basa basi kepada mereka. Trik mencari teman itu banyak yah, tapi sulit dilakukan? Think Again!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s