Think Again!

“kita terjebak dalam kondisi nyaman dan hanya melakukan hal yang mudah saja,” pungkas Sudirman Said dalam dialog pers pada halaman metronews.com.

Mental Indonesia yang seperti ini sering saya temukan di sekitaran kampus. Rasa tidak peduli sesama bisa didasari karena keengganan menuntaskan tanggung jawab. Padahal tabiat yang seperti itu akan mengurung kita pada pengkerdilan kemampuan. Alasan yang dibuat-buat untuk menghindari tugas pasti pernah dilakukan semua orang.Tapi, jiwa rendah seperti itu hanya akan membentuk diri yang tidak kalah rendah. Ini dapat menjadikan identitas diri yang terbentuk seketika rusak akibat lari dari tugas yang memberatkan.

Nila setitik rusak rusuk sebelanga.

Kalau sudah seperti ini kita hanya bisa menyesal kedepannya. Oke, sebenarnya tidak banyak yang akan menyesal sih ketika mereka berada di zona nyaman yang padahal tidak membawa banyak keuntungan. Ada banyak cara yang sebenernya bisa kita lakukan, hanya saja memulai selalu lebih berat dibanding saat kita berproses. iya kah? Semua itu butuh kesadaran memang. Perlu ada pihak lain yang menampar soal kesalahan yang sudah dilakukan. Untuk apa ada sebuah tim bila tidak bisa saling mengingatkan? Komunikasi yang sudah diciptakan dalam suatu budaya dapat dimanfaatkan dalam penyelesaian masalah yang ada, loh. Sekarang tinggal bagaimana caranya kita masuk ke dalam kurungan tersebut dan menyadarkan peran dia dalam menjalankan tugas.

So, difficult for you? Think again!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s