Peran Media dalam Demokrasi Bangsa

”Perkembangan media saat ini menjadikan rakyat Indonesia menjadi konsumen pasif terhadap perkembangan demokrasi bangsa.”

Penuturan dari moderator yang berprofesi sebagai announcer di Hard Rock Radio Jakarta langsung ditepis oleh Desi Anwar.  Menurut salah satu pembicara Indonesian Youth Conference 2014 (IYC 2014) yang juga dikenal sebagai jurnalis senior tersebut menyatakan bahwa tidak benar jika rakyat Indonesia hanya dipandang sebagai konsumen pasif.

“Tidak benar jika rakyat masih jadi konsumen pasif, loh. Media konvergen yang dapat kita rasakan melalui penggunaan smartphone menjadi landasan bahwa kita sudah mulai melek politik. Walaupun perubahannya belum signifikan, tapi jangan jadi orang yang pesimis.”

Saya menjadi salah satu peserta umum Festival IYC 2014 mengikuti forum “Media dan Jurnalisme” pada seminar sesi kedua yang diselenggarakan di Wisma Nusantara, Jakarta. Meriahnya acara masih saya rasakan di ruang seminar Media dan Jurnalisme dengan gaya yang berbeda. Festival IYC 2014 merupakan rangkaian dari acara IYC 2014. Keberagaman budaya yang dibawa bertujuan untuk mewujudkan mimpi anak bangsa bersinergi.

Passion For Work

“I love do everything with passion

Ya, passion yang mengantarkan saya pada forum Media dan Jurnalisme sore itu. Selain kesukaan menambah jejaring di tempat lain, saya ingin mengembangkan kemampuan di bidang media. Hmmm… klasik sih tapi worth it!

Beruntungnya saya berada di forum Media dan Jurnalisme IYC 2014, karena banyak wawasan baru yang saya peroleh dari kegiatan diskusi kemarin. Bukan hanya Desi Anwar yang turut memberikan pengalaman dunia kerja di bidang jurnalistik, tapi juga dihadirkan pembicara lain yang tidak kalah keren, yaitu Sapto Anggoro. Jika Desi Anwar lebih menelitik pada media audiovisual, lain halnya dengan Sapto Anggoro yang berfokus pada media online. Keberanian mengambil resiko untuk beralih pada media online karena keinginan untuk menjadi seorang yang melek dunia.

“Saya melihat masa depan pada media online yang sedang saya kelola di merdeka.com”

Pribadi pantang menyerah tumbuh di kehidupan keluarga yang militer. Disiplin dalam bertugas diajarkan oleh seorang ayah yang pada zamannya menjadi ABRI. Kebiasaan tersebut yang kemudian mengantarkan Sapto Anggoro pada puncak karier yang berlandaskan pada azas passion for work.

Sapto Anggoro memaparkan opini yang serupa dengan pemaparan Desi Anwar di awal forum, bahwa media dapat mengubah pola pikir anak muda  untuk semakin kritis menghadapi demokrasi bangsa.

Waaaw… menarik sekali loh!!

Pengalaman serta pemahaman baru yang saya dapatkan di forum Media dan Jurnalisme membuka wawasan saya, bahwa partisipasi menjadi bentuk aksi pelaksanaan sistem demokrasi bangsa yang dapat dilakukan oleh anak muda sekalipun melalui media. Jangan pernah mengkambinghitamkan media karena melalui media kita dapat menyelami dunia.

Salam sinergi!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s