Kita Sebut Toleransi

“… karena toleransi tidak bisa hanya diajarkan, tapi toleransi harus dialami dan dirasakan”

-sabangmeraukeID

Indonesia kembali berduka. Bencana itu datang di penghujung tahun 2014. Siapa yang sangka kalau maskapai sekelas Air Asia mengalami musibah besar di penerbangannya kali itu. Namanya takdir, tidak ada manusia yang bisa menentukan atau juga membantah, hanya Allah Maha Pemilik Kuasa.

Hampir seluruh kicauan yang ada di timeline twitter melayangkan ucapan bela sungkawa atas jatuhnya pesawat Air Asia tiga hari lalu di sekitar (atau sedikit jauh) dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sampai sekarang belum ada yang tau pasti penyebab jatuhnya pesawat rute Surabaya-Singapur pada 28 Desember lalu. Berita online datang silih berganti berpacu dalam waktu. Tidak sedikit dari setiap halaman website berita online saling berlomba untuk mendapatkan simpati publik. Kebutuhan pekerjaan memang. Biarlah toh informasi yang kita dapatkan sekarang adalah hasil jerih payah mereka semua.

***

Ada hal yang mendilema malam ini. Tawaran sahabat untuk berkumpul bersama di akhir tahun datang setelah Indonesia dirundung bencana. Perasaan ingin turut serta harus berkecamuk dengan duka Indonesia saat ini. Kata toleransi kemudian menjadi booming setelah semuanya terjadi, alih-alih sikap saling menghargai mereka bilang. Tentu saya setuju untuk kita bertoleransi pada keluarga korban yang kehilangan. Itu kan menandakan kalau kita masih memiliki hati nurani.

“Mana, katanya kita satu Indonesia? Katanya kita junjung tinggi toleran dan empati? Duka Indonesia begitu besar. Ada yang berduka. Ada yang mau berpesta”

-bayprio

Semoga setiap kegiatan yang kita lakukan nantinya tidak salah langkah. Ambil hikmah dari setiap kejadian, jangan bersenang-senang di atas penderitaan orang. Kencangkan niat untuk tetap pada tujuan baik untuk berubah menjadi lebih baik. Semoga kita selalu berada dalam lindungaNya. Doa terpanjat dari lubuk hati terdalam untuk Indonesia yang dirundung duka akhir tahun.

#IndonesiaKuat

Jodoh Itu…

“Jodoh itu unik…

Seringkali yang dikejar-kejar menjauh.

Yang tak sengaja, medekat.

Yang seakan sudah pasti menjadi ragu.

Yang awalnya diragukan menjadi pasti.

Yang selalu diimikan, tak berujung pernikahan.

Yang tak pernah dipikirkan, bersanding dipelaminan.

Maka,

Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kamu mengenalnya.

Tapi,

Seberapa yakin kau padaNya.

Seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya,

Lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versiNya”

diambil dari path seorang sahabat, 27 Desember 2014

Continue reading

Persepsi Hati

Ada pengecualian untuk mereka yang lari saat masalah datang, yaitu yang tidak tahu apa arti perjuangan.

jatuh cinta itu soal perlakuan terhadap seseorang. jika memang cinta, maka bahagiakanlah ia sebagaimana kamu bahagia untuk bisa mencinta. ini mengkait hati yang tidak bisa diprediksi akan kepada siapa kembali berlabuh.

Metode Kualitatif

Mahasiswa Tingkat Akhir atau dikenal dengan sebutan MTA pasti disibukan dengan tugas akhir yang bernama skripsi atau final project. Tidak bisa dipungkiri jika dalam satu hari ada saja waktu yang memang harus diluangkan untuk mengurusi tugas yang satu ini. Walaupun saya pribadi belum benar-benar menyentuh skripsi, tapi saya dan teman-teman di IPB sedang menyelesaikan rangkaian untuk mencapai skripsi (re: proposal).

Tentu hal yang sulit jika kita tidak memahami dengan benar apa topik yang akan kita teliti nantinya, apalagi kalau outline proposal saja tidak tahu….

berenang aja mendingan sama lumba-lumba :p

Allah selalu memberi cara untuk memberi kesenangan walau barang sedikit untuk MTA satu ini. Saya menemukan satu puisi yang menarik untuk dibaca dan mudah untuk dipahami. Dan yang paling penting, ini berkaitan dengan metode penelitian apa yang akan saya gunakan nantinya.

Syair di bawah ini merupakan karya dari Patton tentang Metode Kualitatif: Membuat klaim besar dari hal-hal kecil,

Psychometricians try to measure it. Exprimentalists try to control it. Interviewers ask question about it. Obeservers watch it. Statisticans count it. Evaluators value it. Qualitative inquirers find meaning it”

Semoga teman-teman di SKPM 48 selalu dimudahkan dalam pengerjaan Studi Pustaka sampai Skripsi ^^ aamiin

Happy 1st Anniversary!

“When we have each other, we have everything”

IMG_20141202_170437

Kumpul bersama di rangkaian acara FEMA GO PUBLIC-Studi Banding ke BEM FAPERTA

Siapa sangka delapan perempuan dari latar belakang yang berbeda bisa bersama sampai sejauh ini? Siapa sangka kalau ternyata kita bisa menyelesaikan semua program kerja yang tersusun kala itu? Siapa yang sangka, yah…

Banyak pertimbangan yang saya pikirkan sebelum memutuskan tergabung di kepengurusan BEM FEMA tahun ini. Seribu alasan sebenarnya sudah saya siapkan untuk menolak ajakan dari ketua BEM FEMA yang kita hormati. Tapi semua menjadi lain ketika saya melihat euforia pendaftar BEM FEMA yang saat itu sudah terpilih pemimpinnya, yaitu Faishal IKK 48. Bangga bercampur haru saat disodorkan setumpuk berkas calon pendaftar dari lintas angkatan. Ya, bukan hanya FEMA 49 yang ingin tergabung, tapi tidak sedikit juga saya menerima berkas calon dari teman seperjuangan di satu angkatan. Yeay! Artinya, kepengurusan BEM FEMA kabinet Trilogy sudah berhasil membentuk citra positif di kalangan mahasiswa FEMA. Dan itu salah satu tugas yang diamanahkan BPH Trilogy kepada Departemen Komunikasi Informasi dan Relasi yang saat itu dikepalai oleh Kak Mugi.

Arigatou kak…

Continue reading