Jodoh Itu…

“Jodoh itu unik…

Seringkali yang dikejar-kejar menjauh.

Yang tak sengaja, medekat.

Yang seakan sudah pasti menjadi ragu.

Yang awalnya diragukan menjadi pasti.

Yang selalu diimikan, tak berujung pernikahan.

Yang tak pernah dipikirkan, bersanding dipelaminan.

Maka,

Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kamu mengenalnya.

Tapi,

Seberapa yakin kau padaNya.

Seberapa ikhlas saat kau gagal mendapatkannya,

Lalu digantikan dengan yang lebih baik menurut versiNya”

diambil dari path seorang sahabat, 27 Desember 2014

Sebenarnya saya adalah tipikal perempuan modern yang tidak terlalu memikirkan pernikahan. Target menikah saja belum punya, calon pria saja masih jauh disana, apalagi soal harapan untuk membina keluarga yang masih ada di angan. Kalau dibandingkan dengan teman-teman sepermainan mungkin saya yang paling santai dalam urusan pernikahan. Perencanaan mereka untuk membina hubungan keluarga sudah bisa dikatakan sempurna. Seperti target usia, kepemilikan rumah, calon pendamping, hingga jumlah anak yang ingin dilahirkan. ih waw!

Kalau harus jujur, sampai sekarang urusan “keluarga masa depan” masih saya simpan sendiri walaupun saya sedang berlelaki ihiw. Ya, tipikal yang tidak ingin mengumbar sesuatu yang belum pasti masih saja melekat dalam diri saya. Pokoknya saya belum mau serius memikirkan hal-hal seperti itu. Karena target terdekat saya untuk menjadi sarjana SECEPATNYA. Lalu setelahnya tentu saja bekerja, keliling Indonesia, serta menginjakan kaki di seluruh negara bagian di Asia Timur. Yeay!

Kerja, kerja, dan kerja, masih menjadi prioritas utama setelah saya lulus kuliah. Jadi, saya tidak punya keinginan untuk melanjutkan sekolah apalagi nikah muda. Tapi, saya juga gamau gegabah dengan menutup diri dari segala kemungkinan terburuk yang semesta siapkan. Belajar dari pengalaman, semua perencanaan dan harapan itu hanyalah akal-akalan manusia, selebihnya Allah yang menentukan. Benar kan?

***

Bicara soal jodoh, saya pasrahkan saja semuanya. Entah akan dilanggengkan dengan dia yang jauh raganya atau malah dipertemukan dengan dia yang tidak tahu siapa. Masalah hati saya tidak mau main-main, resiko. Yang jelas, saya percaya kalau jodoh saya adalah cerminan diri sendiri. Dia sedang sama-sama berusaha untuk berkembang, sedang sama-sama berjuang untuk mencapai tujuan yang sudah terencana matang (dalam jangka pendek, tapi semoga jodoh saya itu memiliki perencanaan jangka panjang yang lebih baik haikhaik). Seperti yang pernah saya bilang,

“namanya hidup, terkadang sulit ditebak akan berujung pada titik yang mana.”

Ini sama saja dengan puisi di atas bukan? Jodoh itu unik, tidak ada yang tahu siapa yang akan menemani kita sampai akhir nanti. Rencanakan serapi mungkin, lakukan usaha terbaik yang bisa kita lakukan, setelahnya serahkan pada Allah. Simple tapi memang begitu seharusnya. Semoga selalu dikuatkan yah kita!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s