Hello Tidi

I just wanna say thank you for a sweet letter in the morning. you like a romantic guy who always make me smile when you text me. oke lebay karena gue itu masih normal dan suka cowok macho. Sebenernya, gue pengen pamer sama dunia karena punya teman super kayak elu dan teman-teman asik lainnya yang mungkin akan sedikit diulas disini. Bisa dibilang sekarang gue mau mengaplikasikan konsep resiprositas yang kita dapet di Matakuliah Antropologi Sosial. Kenapa? Karena titik ini jadi salah satu cara Tuhan untuk kita saling mengenal satu sama lain. Wait for it…

Untitled2

A sweet letter from my another best partner in Majalah Komunitas

Tidi

Tidi, salah satu teman yang memberikan banyak cerita unik kepada saya selama menjalani kehidupan di kampus. Cerita bermula di Semester 3 ketika saya memutuskan untuk pergi menemaninya ke Trisakti suatu pagi di hari Rabu. Harusnya pagi itu kami mengikuti kuliah Komunikasi Kelompok, tapi entah setan apa yang merasuk akhirnya saya memberanikan diri cabut kuliah untuk pertama kalinya.

oke gue emang mahasiswa paling rajin yang gamau ninggalin kuliah, tapi sebenarnya ada sisi positif dari setiap resiko yang kita ambil, loh. Ya ga, Tidi?

Perjalanan menuju Trisakti sangat memorable. Saya adalah tipikal perempuan yang memiliki ingatan kuat tentang emosi yang sudah dilalui. Dan kisah kasih Trisakti menjadi salah satunya. Belum pernah saya sangka sebelumnya kalau ternyata naik kereta berdua dengan Tidi itu menyenangkan, menyusuri setiap jalan di Ibukota, berlarian mengejar Transjakarta agar tepat waktu bertemu sang pujaan hati hingga berani untuk masuk ke kawasan kampus yang asing bagi kami berdua. Modal nekat menjadi jawaban atas semua pertanyaan yang dilayangkan teman-teman lainnya. Mulai saat itu, Tidi menjadi salah seorang teman kepercayaan saya.

Hubungan kami semakin dekat semenjak saya memutuskan (lagi) untuk satu kelompok tugas praktikum dengannya di Matakuliah Antropologi Sosial dan matakuliah minor KSHE. Dan wow… Tidi adalah perempuan yang luar biasa disiplin dalam mengerjakan segala tugas perkuliahan. Dia tidak pernah absen mengejakan tugas, tidak pernah telat masuk kuliah, dan selalu lolos dari nilai buruk selama ini. yeah, she’s very smart more than everyone I know. Walaupun Tidi (pernah) terguncang emosinya karena suatu hal, tapi prestasi akademiknya selalu dapat dengan mudah dipertahankan.

Bravo, girl! Gue ga pernah nyesel untuk sekelompok tugas praktikum sama elu di banyak matakuliah sebelumnya, karena tugas kita selalu berakhir pada hasil sempurna haha. Semester 3 menjadi awal pertemanan baik kita sampai akhirnya gue milih elu sebagai Pimpinan Redaksi di Majalah Komunitas. Dan itu adalah keputusan yang sangat tepat! YA-HAAA

Yulita Mega Aftari(1)

Pengalaman pertama turun ke lapang bersama Tidi dan temen satu kelompok lainnya di Matakuliah Rekreasi Alam dan Ekowisata.

My Best Partner Ever

Seingat saya, kami belum pernah mengambil foto untuk berdua. Oke, agendakan!

Perempuan satu ini bisa dibilang sebagai salah satu partener terbaik saya selama bekerja di organisasi FEMA. Setelahnya disusul dengan Citra, Nindya, Pimpinan BEM FEMA, Pimpinan Majalah Komunitas (lainnya), Crew BEM FEMA, dan Crew Majalah Komunitas (oke ini sih semuanya yah? :p). Tapi, ini serius karena Tidi bisa memback up ketika saya lengah di perjalanan kemarin. Bukan hanya urusan organisasi yang dia ingatkan kepada saya agar tetap semangat, tapi urusan utama di IPB untuk terus belajar tidak pernah lupa dia ingatkan. Hanya Tidi yang bikin panik untuk saya lekas menyelesaikan laporan Studi Pustaka. Hanya Tidi yang rela mengambil alih tugas kelompok praktikum ketika kami sedang jengah dengan urusan organisasi. Hanya Tidi… Terima kasih

Pimpinan Komunitas menjadi salah satu rumah tempat saya untuk mengadu, Tidi menjadi bagian di dalamnya. Tidi juga menjadi tempat pelarian ketika saya sedang lelah akan semuanya. Banyak diskusi yang kami saling bagi selama ini termasuk urusan hati. Sebenarnya saya adalah perempuan pemilih untuk mencurahkan semua kekesalan dalam diri. Saya tidak mau pilih salah orang untuk bisa memahami hati perempuan LDR macam saya. Memang tidak banyak solusi yang Tidi berikan, karena dia punya cara lain yang bisa membuat saya tenang. Dan itu adalah poin yang lebih menyenangkan untuk didengar dan saling tertawa… Terima kasih

Tidi adalah salah satu teman terbaik yang saya punya. Sekali lagi. Tidi adalah salah satu teman terbaik yang saya punya. Teman lelucon, teman bekerja, teman belajar, teman menangis, teman berbagi cerita soal hati, dan teman untuk saya bully hehe.

Maafkan yah kalau gue dkk suka bully elu, padahal elu adalah Pimpinan Redaksi (Pimred) yang sebenernya lebih penting daripada Pimpinan Umum (Pimum). Apaan atulah Pimum mah kerjanya cuman marah-marah ke Pimred sama yang lainnya. Apaan atulah kalau ga ada Pimred semuanya ga akan beres huakaka. Pokoknya, kita harus bisa kerja bareng lagi selepas jadi sarjana. Kalau suatu saat nanti kita punya majalah bareng, plis jadiin gue Pimum biar kerjaannya bisa marahin kalian semua lagi 😀 Terima kasih yah, Tidi, gatau sebenernya gue harus ngomong apalagi. Pagi ini gue udah kelewat seneng karena surat aneh yang gue terima dari lu. Semakin baik yah kita di 2015!!! Kudu geuwat lulus, geuwat kerja, geuwat S2, geuwat kawin wkwkwk >> pasti elu ga ngerti kan? Ciyan…

Terakhir namun belum menjadi akhir, semoga pertemanan kita terjaga sampai tua yah, Pimpinan Redaksi yang tidak pernah padam. I love you~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s