Apa Kata Mereka…

The future depends on what you do today – Gandhi

Pertambangan menjadi sesuatu yang sedang on dibicarakan oleh saya dan beberapa teman lainnya saat ini. Apalagi setelah kepulangan saya dari KSB untuk mengikuti rangkaian acara #NewmontBootcamp sebagai bentuk transparasi yang diselenggarakan oleh PTNNT untuk masyarakat awam seperti saya. Saya yang sebelumnya punya pandangan skeptis soal pertambangan mulai mencoba membenahi pikiran tanpa mengubah pola pikir saya secara keseluruhan. Banyak yang bilang kalau operasi tambang merupakan kegiatan eksploitasi sumberdaya alam. Kerusakan yang diciptakan karena pengerukan lahan menjadi dasar pemikiran tersebut. Namun, menurut definisi yang saya dapat, pertambangan ialah kegiatan mengekstraksi mineral dan bahan tambang lainnya yang dilakukan dengan peggalian endapan galian yang berharga dan bernilai ekonomis. Hasil yang didapatkan dari pertambangan pun beragam, bukan hanya emas yang selalu kita ributkan sekarang ini, tapi ada juga minyak dan gas bumi, bijih mangaan, perak, batu bara, pasir besi, bijih timah, bijih nikel, bijih bauksit, bijih tembaga dan juga granit. Kita yang terlena akan mahalnya emas kemudian lupa dengan hasil kegiatan tambang lainnya yang membawa manfaat bagi kehidupan. Beberapa teman yang saya ajak diskusi soal pertambangan pun sibuk meributkan emas sebagai hasil tambang tanpa mereka ingat akan hasil pertambangan lainnya. Padahal hasil pertambangan lain di luar emas atau perak membawa banyak keuntungan bagi manusia modern saat ini, seperti leptop atau handphone yang kita gunakan memiliki bahan dasar tembaga yang juga sebagai salah satu hasil pertambangan. Ada juga minyak dan gas bumi yang berperan penting sebagai bahan bakar PLTU atau bensin yang kita gunakan untuk berkendara.

Kalau Menurut Gue sih…

Opini yang dibangun setiap orang tentang operasi tambang tentu berbeda satu sama lain. Pandangan positif atau negatif yang diberikan berkaitan dengan informasi atau pengetahuan yang didapatkan selama ini. Bukan hanya hal positif saja yang menjadi pertimbangan untuk saya dan teman-teman berpendapat akan kegiatan pertambangan, tapi kami tidak lupa perlu adanya penyeimbang dari sisi negatif supaya tidak berat sebelah. Selain itu, opini yang diberikan juga bukan soal keuntungan ekonomis semata, namun kepedulian lingkungan, keberlanjutan energi mineral, kesejahteraan dan kehidupan sosial masyarakat menjadi bahan yang patut diangkat ketika berdiskusi soal operasi tambang. Lalu, sebenarnya bagaimana sih pandangan mahasiswa pertanian soal operasi tambang yang mereka tahu selama ini…

Gue kurang setuju dengan adanya operasi tambang yang dilakukan secara besar-besaran, Dell.  Menurut gue sih itu eksploitasi sumber daya alam kita. Kenapa, sih, harus tambang? Karena masih banyak sektor yang bisa kita maksimalin selain tambang. Kita bisa, loh, maksimalin sektor pertanian kita menggunakan IT sebelum jatuh ke tambang yang jadi asset besar yang dikuasai asing.” – X, Mahasiswa Fakultas Matematika dan IPA IPB 48.

Kutipan di atas saya dapatkan dari teman satu angkatan di IPB ketika kami sedang mendiskusikan keberlanjutan sektor pertanian berbanding operasi tambang. Oh iya, disini saya tidak akan mencuci otak kalian dengan menyebutkan kalau operasi pertambangan itu baik, tapi saya hanya ingin menggabungkan beberapa sudut pandang mahasiswa pertanian dari berbagai bidang tentang arti pertambangan. Menyenangkan, loh, bisa diskusi dengan teman satu permainan soal kekayaan alam milik Indonesia. Selain menajamkan kemampuan analisis, kita juga diajarkan untuk peduli pada keberlanjutan hidup kita kemudian.

Nah, walaupun tidak sedikit mahasiswa yang membeberkan pandangan negatif soal pertambangan kepada saya baik secara langsung atau pun tidak, ada juga teman lainnya yang melihat pertambangan dari manfaat yang dia dapatkan,

Menurut gue adanya operasi pertambangan di Indonesia ini wajar, sih. Indonesia salah satu negara paling prospektif tambang, jadi yah, normal aja. Banyak manfaat yang emang didapetin dari operasi tambang ini, kan? Asalkan perusahaan bisa bertanggung jawab sama alam dan masyarakat sekitar, buat gue itu adalah hal yang normal.” – Y, Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia IPB 48.

Atau pendapat teman saya lainnya yang setuju akan operasi tambang di Indonesia asalkan lingkungan dan kehidupan masyarakat bisa sejahtera sebagaimana mestinya,

Kalau gue, sih, sebenernya setuju ada operasi tambang (terlepas itu mineral atau pun energi),  tapi hasil dari operasi tambangnya harus kembali pada kesejahteraan masyarakat Indonesia. Lingkungan paska tambang juga perlu terus diperhatikan untuk meminimalisir kerusakan, jadi penduduk atau masyarakat lokal yang tinggal di sekitar tambang tidak banyak dirugikan dengan adanya kegiatan tersebut.” – Z, Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan IPB 48.

Ada juga pendapat lainnya dari salah seorang teman yang melihat keberlanjutan sumber daya energi yang bisa kita tekan penggunaannya untuk meminalisir penggunaan di masa depan,

“Disini gue mau berbagi pandangan soal pertambangan dari sudut pandang gue, yah Dell, mengingat gue ga mendalami tambang coal hehe. Buat gue, tambang energi bisa sedikit demi sedikit kita kurangi penggunaannya, karena era yang sekarang ini sudah ditemukan berbagai alternatif dari bahan nabati. Seperti biodesel dari minyak jarak pagar atau juga bioetanol dari limbah kelapa sawit. Itu semua kita gunain untuk menekan penggunaan, loh. Mungkin kita juga bisa melakukan hal yang sama di pertambangan coal. Semua kan soal keberlanjutan lingkungan. Kalau lingkungan kita sekarang rusak, terus gimana kehidupan kita kedepannya?” – A, Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian IPB 48.

Atau ada juga teman saya yang berbagi cerita soal keinginannya menggeluti tambang, namun pada akhirnya terdampar pada soal kemasyarakatan, hehe

“Perusahan pertambangan dan perminyakan kurang lebih sama yang dipenuhi oleh kompetensi yang sangat ketat untuk bisa bergelut di dalamnya. Bukan sembarang orang yang bisa bekerja di bidang perminyakan dan pertambangan itu sendiri, Dell. Perusahaan tambang dan perminyakan juga pastinya punya perancangan dan perencanaan untuk kedepannya, loh, apalagi mengingat sumberdaya ini bisa habis di kemudian hari. Tapi, bicara soal pertambangan secara spesifiknya alasan kita punya pandangan kontra pada kegiatan pertambangan karena biasanya pertambangan itu berurusan pada soal masyarakat yang tidak sejahtera atau juga lingkungan hidup yang rusak. Sehingga, tidak jarang kita melihat aktivitas kampanye untuk menutup pertambangan, kan? Mesti ada bagian yang dirugikan atau pihak yang tertekan dan tergilas dari aktivitas pertambangan ini, Dell, tapi gue bukan bagian dari pihak yang menyalahkan adanya perusahaan tambang karena itu memang wajar dilakukan selama berada di batas kewajaran. Untuk harapan dan masukan kedepannya dari setiap operasi tambang yang dilakukan, perusahaan tambang perlu mempertimbangkan untuk masalah lingkungan jangka panjang. Kan mau gak mau kita harus kembali memikirikan lingkungan dan juga masyarakat sekitar tentunya.” – B, Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia IPB 48. 

Keberlanjutan – Lingkungan – Masyarakat (?)

Dari beberapa kutipan yang saya tuliskan di atas semuanya mengarah pada operasi tambang dan permasalahan lingkungan yang perlu benar-benar dilestarikan. Saya juga tidak lupa membeberkan apa saja yang saya lihat di areal operasi tambang selama mengikuti trip #NewmontBootcamp. Bahwa, upaya PTNNT dalam melakukan pelestarian lingkungan sudah baik dan patut dicontoh oleh perusahaan tambang lainnya. Salah satu kegiatan yang dilakukan PTNNT ialah reklamasi kawasan hutan terdampak operasional tambang seluas 800-2000 hektare. Berdasar pada tulisan Kak Fahmi yang juga salah seorang teman saya di tim #NewmontBootcamp, diceritakan bahwa PTNNT sudah sangat serius melakukan  upaya pelestarian lingkungan melalui usaha reklamasi hutan. Buktinya saja, bisa dilihat dari areal operasi tambang yang sudah hijau kembali.

IMG_20150121_091707

Upaya reklamasi kawasan hutan yang sedang dilakukan oleh salah seorang pekerja PTNNT (Dok: pribadi)

“Hijaunya areal pertambangan bisa menjadi salah satu indikator keberhasilan perusahaan dalam menjaga lingkungan, asalkan perusahaan tidak lupa untuk tetap menjaga agar air yang digunakan masyarakat lokal atau penduduk sekitar tidak tercemar dengan logam mineral hasil pertambangan.” – C, Mahasiswa Fakultas Ekologi Manusia IPB 48

IMG_20150121_094700

Bibit yang akan ditanam oleh pegawai PTNNT di kawasan operasi tambang (Dok: Pribadi)

Setelah saya melihat secara langsung kawasan hutan yang sudah direklamasi PTNNT di areal operasi tambang, saya akui bahwa upaya penghijauan yang dilakukan perusahaan sudah berhasil. Kawasan operasi tambang yang panas dan gersang bisa kembali hijau atas kesadaran pelestarian lingkungan yang dilakukan perusahaan dengan dibantu alat teknologi yang sudah semakin canggih.

14226143841013555054

Reklamasi kawasan hutan yang dilakukan PTNNT (Dok: Kak Fahmi)

Jadi, poin penting dari diskusi ini adalah bagaimana upaya kelanjutan yang dilakukan perusahaan untuk kembali melestarikan lingkungan agar masyarakat lokal atau penduduk yang tinggal di sekitar areal tambang tetap aman dari logam berat hasil pertambangan seperti sekarang. Artinya, PTNNT diminta tidak melupakan setiap aktivitas reklamasi yang sudah dilakukannya selama ini. Bahkan, harapan kami setelah berdiskusi panjang ini, ialah perusahaan bisa semakin baik melakukan upaya penghijauan di areal operasi tambang hihi.

Maka dari itu, kita sebagai insan manusia harus bertanggung jawab pada apa yang kita lakukan di dunia ini. Kita juga harus menjaga apa yang kita miliki saat ini. Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk membuat Indonesia menjadi semakin baik asalkan bisa kita mulai dari diri sendiri. Jangan hanya berteriak tanpa ada usaha yang dilakukan kedepannya.

We’re never got the positive things from the bad things we’re did. Because, you are what you do NOT what you say you will do!

Advertisements

16 thoughts on “Apa Kata Mereka…

  1. good job! sebagai orang yg udah banyak belajar soal perlunya keseimbangan antara peningkatan taraf ekonomi dan kelestarian lingkungan, lu bisa mengakomodir pendapat banyak orang dari bidang ilmu yg berbeda. tentang gimana sebenarnya aktivitas pertambangan itu. pesannya terus belajar pemilihan kata, jangan lupa cover both sides dan pastinya fakta ya.

  2. What a pretty wise explanation!! Dilema sih sebenernya ya kalo udah ngomongin kayak gini, di satu sisi sempet punya cita-cita yang ‘mihak’ kesana, di sisi lain sekarang malahada di pihak yang berlawanan hehe but this is the reason why I could over a harmonicway of thinking about this topic. Dengan pernah mencoba mendalami tentang mineral and oil chain operation dan pernah juga belajar tentang environmental sustainability kita jadi bisa mencari jalan tengah untuk menyelaraskan keduanya. And I believe that’s not a possible thing to be done. Selama kita memikirkan masalah masa depan dan humanity, the dream will be coming true. Anyway itu yang si ‘B’ dari Fakultas Ekologi Manusia tuh ‘Bawel’ yak? Panjang amat komennya :p *peace*

    • huakakak dilema banget memang, Bil. Apalagi kalau dihadapkan sama isu lingkungan dan sosial, rasanya harus buka buku konsep Pengemasnya Pak Toni atau Ekomannya Pak Arya. Kita harus nyelarasin semuaya, yah Bu :’)
      huehehe aduh maap aku lali Si B dari FEMA itu siapa yah… :p

  3. Kalau dari kondisi dilapangan kemaren *khususnya sekitar batu hijau*, level edukasi yang tidak merata yang bisa menyebabkan kesenjangan sosial. Kalau masalah lingkungan, tambang di bagian dunia manapun juga merusak. Bahkan yang bukan tambang seperti kelapa sawit itu sebenarnya juga merusak alam meski pelan 😀 Masalahnya, apakah bagi hasil dari pihak swasta selaku perusahaan tambang itu bisa dibagi secara merata oleh pemerintah apa enggak 😀

    • nah! sekarang tinggal gimana antar stakeholder di sekitar areal tambang itu ngejalanin kerjasama untuk jaga lingkungan sih yah. selanjutnya, untuk menekan kesenjangan sosial y ada memang butuh pemerataan edukasi dari perusahaan dan pemerintah ttg keberlanjutan pertambangan dll.

      ayo kak fahmi tulisannya ditunggu lagi yah! ihiw~

  4. Berbicara tentang perusahaan khususnya pertambangan, sudah seharusnya perusahaan melakukan tanggung jawab sosial atau yang biasa disebut dengan aktivitas CSR dan hal ini pun sudah di atur dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
    Nah, Jika melihat dari tulisan di atas sih kayaknya PTNNT sudah melakukan tanggung jawab lingkungan berupa pengadaan Reklamasi Kawasan Hutan sebagai komitmen perseroan dalam menjamin masyarakat di generasi selanjutnya untuk dapat memanfaatkan sumber daya yang ada. Akan tetapi, jika kita ingin melihat konsepnya Mark Diesendorf (2000), dia mengatakan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya menyangkut keberlanjutan ekologi saja melainkan keberlanjutan sosial dan ekonomi pun harus perhatikan. Nah, harapannya semua perusahaan yang ada di Indonesia bisa melakukan pembangunan berkelanjutan berdasar keseimbangan pilar ekonomi, sosial, dan lingkungan dengan meminimalkan dampak positif dan memaksimalkan dampak negatif. Komitmen-komitmen demikian tentu akan membawa dampak ke arah yang lebih baik untuk perseroan sendiri, komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya. (sumber: tinjauan pustaka proposal yang dikutip dari berbagai pustaka) 🙂

    • aaaah aku sukak banget sama komennya, Pia! Bener-bener anak KPM sejati yang tidak lupa sejatinya CSR itu memang harus fokus pada tiga pilar P (planet, people and profit) eh bener kan yah? Ayo, Piake jadi CSR yang bisa pro masyarakat yah kalau di Kalimantan nanti!

  5. Menurut hemat Saya, manusia berhak kok untuk menggali potensi sumberdaya alam yang tersedia, dalam rangka melangsungkan berbagai fase kehidupannya. Akan tetapi, hak tersebut tidak hanya berhenti pada batas hak atas sumberdaya alam. Hak untuk menggali potensi sumberdaya alam harus diikuti dengan kewajiban untuk menjaga dan melestarikannya. Nah, PT NNT Saya kira telah melakukan hal ini melalui reklamasi hutannya. Akan tetapi, yang menjadi poin penting adalah bagaimana upaya eksploitasi yang dilakukan seimbang dengan pemulihan pada daya dukung lingkungan walaupun lajunya tidak sama. Degradasi pada lingkungan itu tidak dapat dihindarkan karena hal tersebut merupakan biaya ekonomi dan sosial yang harus dibayar. Ya, setidaknya ada upaya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan dari pihak yang memanfaatkannya.

    • sebagai anak NTB agan angkat bicara yeay 😀
      semoga kepedulian PTNNT utk menjaga kelestarian lingkungan tetap dilakukan sampai nanti yah, gan, untuk bisa ngasih manfaat buat masyarakat sekitar dari setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan. bukan perkara mudah memang kalau sudah bahas hal ini karena ini bukan soal hidup manusia saja, tapi juga mencakup makhluk hidup yang ada di dalam ekosistem tersebut.

      makasih yah, gan, pendapatnya 🙂 sangat membantu yeeay!

  6. Ada yang bilang, negara berkembang adalah negara yang menggantungkan aktivitas ekonominya dari sektor agraris. Sedangkan negara maju itu dari sektor industri. potensi pertambangan kita luar biasa. Kalau ini dimaksimalkan, wah uedan luar biasa ekonomi kita. Hem semoga ngga cuma yang di atas yang merasakan tapi yaa hehe

    Wah, keren nih. Pengen ngerasain pengalaman kek gini juga 🙂

    • Tentunya setiap harapan y dipanjatkan oleh kita sebagai masyarakat Indonesia adalah kesejahteraan sosial ekonomi. jadi pemerataan dalam hal tersebut memang harus adanya yah, bukan cuman mereka y ada di atas saja y menikmati setiap tetes kekayaan bumi pertiwi. ihiw!

      ayo kita menulis lagi, bung dio. bagikan cerita pada dunia dengan cara kita sendiri. masih banyak bagian Indonesia sana y belum saya jamah 😀 semangaaaaaat!

  7. keren del tulisannya! gue suka banget ama tulisan yang “berbau” pertambangan-lingkungan-masyarakat ahaha *efek topik penelitian kali ya* haha, tapi yaa kalau ngomongin masalah pertambangan emang ngga akan ada habisnya. Apalagi udah menggabungkan antara masyarakat dan perusahaan, harus pinter2 dan jeli ngeliat fakta yang ada. Dan pastinya ngga cuma keberlanjutan lingkungan yang harus diperhatikan ama perusahaan, tapi sosial dan ekonominya juga. Tapi usaha PTNNT boleh juga tuh buat ngelakuin reklamasi. Mungkin lebih kece lagi kalo ditambah pembinaan buat masyarakat sekitar perusahaan kali yaa 🙂

    • wah penelitian mu soal pengemas banget nih yah 😀 tulisan aku berikutnya mau menyoal pembinaan masyarakat di sekitar perusahaan kok. ilmu KPM emang terapan banget ya~ semangat nener untuk penelitiannya!

  8. Pertambangan tidak hanya bisa dilihat dari perspektif ekonomi-lingkungan-kemasyarakatan, coba digeser sedikit sudut pandangnya ke bidang politik. Sebagian besar tambang Indonesia, khususnya tambang kelas kakap seperti Freeport dan Newmont dikuasai oleh asing. Diakui atau tidak, posisi daya tawar Indonesia di kancah perpolitikan internasional sedikit banyak menyumbang pengaruh. Lihat saja sampai sekarang Indonesia tidak mampu paling tidak, menaikan jumlah kepemilikan saham atas tambang freeport dalam jumlah signifikan. Contoh lain, ketika Isnan noor dihadapkan sampai ke pengadilan arbitrase internasional oleh Inggris karena menolak perpanjangan kontrak tambang di Kalimantan Utara (kalau tidak salah), yang menurut Isnan Noor, merugikan Kalimantan dan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s