Hello Newcomers (?)

Minggu ini menjadi yang paling sibuk jika dibandingkan dengan minggu lainnya di bulan April. Penelitian dan magang menjadi alasan khusus kenapa saya lebih senang diam di depan leptop dibandingkan hang out keluar. Mungkin itu juga yang membuat saya (sedikit) lupa kalau ternyata ada halaman blog yang harus diurus dan kegiatan blog walking yang harus terus dilakukan. Oke maafkan. Tapi, sebenarnya saya sendiri sedang asyik nulis, kok, di tempat yang seharusnya terisi. Sebut saja skripsi yang bakal jadi buku pertama saya yang segera dipublikasikan. Ya, mengingat artikel saya tentang sistem informasi dan manajemen yang tidak kunjung dibukukan, sih. Gapapa lah yah~

Nah, pengalaman menulis artikel-yang-harusnya-dibukukan dan tawaran menulis di halaman lain, lah, yang memberanikan diri menjadikan writer as my new special skills to work for now and later. Artinya, saya harus benar-benar serius menjalaninya. And the important things that I have to learn english to be a good writer, sebenernya mah. Mengingat my english it’s so bad for writer newcomers in the digital network. Kelemahan saya ini yang terkadang membuat saya minder for speak english in public. Padahal saya tau seberapa pentingnya menguasai bahasa asing untuk kepentingan pekerjaan seperti sekarang.

Tidak jarang saya mendapatkan cemohoo ringan dari beberapa orang yang ada ketika saya mulai bercasciscus dalam bahasa Inggris. Untungnya, mereka yang menertawakan saya memang ahli di bidangnya. Kalau tidak, mungkin mereka akan saya makan hidup-hidup saat itu. Harusnya itu menjadi cambuk saya kemarin. Tapi, nyatanya baru terasa saat ini. Sakitnya untuk bisa semakin baik memang tidak langsung muncul, itu dia repotnya hmmm,

“Coba buka lagi buku grammarnya. Liat lagi strukturnya, jangan takut salah. Soal vocab kan udah ada kamus online dan offline. Saat lupa arti kata ya tinggal buka. Aku juga gitu kok”

Duh, punya pacar yang jago bahasa dan IT ini memang paling bisa bikin saya terbang lagi ke awan. Itu karena dia tau sakitnya terpuruk ke dasar itu seperti apa pastinya! kisss muah!

Bagian terpenting lainnya, omongan setiap orang tentang diri sebenarnya harus kita dengarkan, loh, disamping itu menjatuhkan kita atau tidak, karena selalu ada celah positif yang bisa kita ambil untuk terus introspeksi diri. Ini sama halnya dengan teori SWOT yang sedang saya dalami untuk bahan skripsi, peluang dan kekuatan itu perlu digenjot abis untuk kepentingan internal dengan memperkecil segala ancaman dan kelemahan yang dirasa dari lingkungan eksternal.

tjakep emang teorinya abang Freddy Rangkuti ini! Salam, yah, bapak 😀