Thank You!

PhotoGrid_1417319075928

Sometimes, I was thought harder than anything you know. Sometimes, I was spoken out loud to you to got your attention. And sometimes, I just wanna cried as evidence that I love you. Thank you for always here when I need, thank you for a crazy things we did yesterday and thank you for everything!

You are the happiness for all my time. 

Advertisements

Ekspetasi (?)

Tulisan di bawah ini merupakan hasil karya dari Masgun via tumblr. Saya hanya ingin memindahkannya ke halaman ini kok, serius. ga ada apa-apa. serius….

Dalam perjalanan yang kita buat, kita (mungkin) akan bertemu dengan seseorang yang cukup baik budinya, sopan lakunya, menyenangkan bicaranya, (terlihat) menarik kepribadiannya, cukup baik agamanya. Seseorang yang membuat kita berpikir bahwa (mungkin) dia adalah seseorang yang selama ini kita tunggu kemunculannya. Seseorang yang berhasil membuat kita cukup nyaman dan aman. Seseorang yang berhasil membuat kita berpikir sekaligus berangan-angan. Meski memiliki banyak kekurangan, kita lebih merasa banyak kecenderungan.

Kita berpikir seratus langkah lebih jauh setiap kali dia melakukan sesuatu. Kita menduga-duga bagaimana perasaannya kepada kita sebab kita tidak pernah tahu. Kita menerka apakah dia begitu baik hanya kepada kita atau memang pada dasarnya dia baik kepada semua orang.

Kita membuat sebuah analisis sederhana tentang pertanyaan ‘jika’ dan ‘seandainya’. Kita (mungkin) memikirkan bagaimana bila hidup ini dijalani dengannya. Betapa bahagianya, betapa menariknya, dan betapa serunya.

Saat itu terjadi, sejatinya kita sedang membiarkan diri kita lepas dari pijakan. Kita sedang melangkah ke arah yang tidak kita tahu jauhnya, terbang dan tidak kita tahu tingginya. Dan kita tidak siap tersesat pun tidak siap jatuh.

Kita harus pandai mengelola ekspektasi kita terhadap seseorang, siapapun itu. Karena kita mungkin sedang diuji, mungkin pula kita memang sedang dianugerahi. Kita tidak tahu itu sebuah ujian atau sebuah anugerah. Selama kita tidak tahu kepastiannya, selama itu pula kita harus menjaga ekspektasi kita terhadap seseorang. Sebab rasa nyaman (dan aman) kepada seseorang itu jauh lebih berbahaya dari jatuh cinta.

Stasiun Malang, Jawa Timur | 10 November 2014 | (c)kurniawangunadi

Peran Media dalam Demokrasi Bangsa

”Perkembangan media saat ini menjadikan rakyat Indonesia menjadi konsumen pasif terhadap perkembangan demokrasi bangsa.”

Penuturan dari moderator yang berprofesi sebagai announcer di Hard Rock Radio Jakarta langsung ditepis oleh Desi Anwar.  Menurut salah satu pembicara Indonesian Youth Conference 2014 (IYC 2014) yang juga dikenal sebagai jurnalis senior tersebut menyatakan bahwa tidak benar jika rakyat Indonesia hanya dipandang sebagai konsumen pasif.

“Tidak benar jika rakyat masih jadi konsumen pasif, loh. Media konvergen yang dapat kita rasakan melalui penggunaan smartphone menjadi landasan bahwa kita sudah mulai melek politik. Walaupun perubahannya belum signifikan, tapi jangan jadi orang yang pesimis.”

Saya menjadi salah satu peserta umum Festival IYC 2014 mengikuti forum “Media dan Jurnalisme” pada seminar sesi kedua yang diselenggarakan di Wisma Nusantara, Jakarta. Meriahnya acara masih saya rasakan di ruang seminar Media dan Jurnalisme dengan gaya yang berbeda. Festival IYC 2014 merupakan rangkaian dari acara IYC 2014. Keberagaman budaya yang dibawa bertujuan untuk mewujudkan mimpi anak bangsa bersinergi.

Continue reading

Think Again!

“kita terjebak dalam kondisi nyaman dan hanya melakukan hal yang mudah saja,” pungkas Sudirman Said dalam dialog pers pada halaman metronews.com.

Mental Indonesia yang seperti ini sering saya temukan di sekitaran kampus. Rasa tidak peduli sesama bisa didasari karena keengganan menuntaskan tanggung jawab. Padahal tabiat yang seperti itu akan mengurung kita pada pengkerdilan kemampuan. Alasan yang dibuat-buat untuk menghindari tugas pasti pernah dilakukan semua orang.Tapi, jiwa rendah seperti itu hanya akan membentuk diri yang tidak kalah rendah. Ini dapat menjadikan identitas diri yang terbentuk seketika rusak akibat lari dari tugas yang memberatkan.

Continue reading