Eco Fashion Day

Bukan kali pertama saya bertemu dengan pihak baru kemudian menjalin kerjasama. Tidak ada perasaan nervous atau sejenisnya. Saya menjalankan sesuai kesepakatan yang kami tentukan di awal. Kerjasama kali ini datang dari pihak Ekalokasari Plaza dalam rangkaian acara Eco Fashion Day. Eco Fashion Day merupakan bagian dari acara besar Ekalokasari Plaza di bulan Maret dengan tema Go Green Movement. Banyak rangkaian acara menarik lainnya seperti, School Recycle Product Competition, Acoustic Community Day dan yang lainnya. Tema Go Green Movement ini dibentuk untuk menumbuhkan kepeduliaan warga Bogor terhadap lingkungan sekitarnya. Selain memberikan pengetahuan seputar penggunaan barang bekas, acara yang dihadirkan juga dapat menghibur pengunjung yang datang. Niat yang mulia ini sungguh kami apresiasikan. Continue reading

Advertisements

Bunga yang menunggu untuk mekar

Tidak semua bunga mekar dalam satu waktu. Ada kalanya mereka saling menunggu menunjukan kecantikannya. Bunga yang sedang mekar terlihat lebih cantik dari yang lainnya. Entah itu karena kelopaknya atau karena harum semerbak menarik perhatian.

Bunga kuncup menanti mekar untuk kesekian kali. Lama. Bosan. Semua keburukan terasa lebih dalam.

Banyak yang datang ke taman sore ini, namun tidak banyak yang menghampiri. Kecantikan lebih hanya dimiliki bunga yang sudah mekar. Bunga kuncup selalu setia menunggu kapan mahkota siap keluar.

Waktu yang dilewati tidak dia buang dengan percuma. Persiapan sudah dalam genggaman. Kekuatan terpaan angin sudah disiasati.

Akhirnya, waktu untuk mekar datang juga. Warna merah muda mencolok menarik perhatian. Bunga kuncup tidak pernah menyesal untuk menunggu. Semua pengalaman bunga mekar telah banyak diserapnya. Sehingga dia tahu menanggulangi semua kesulitan.

Bunga itu kini mekar indah. Proses dan waktu adalah jawabannya. Kesabaran merupakan yang utama. Saatnya unjuk kebolehan di depan mentari dan kepada mereka yang datang. Dan berharap ada yang memilih untuk disimpan.

Bogor, 220314

@delladiningtyas

Write more….

Bi1X_t5CAAAvNYt

This-picture-make-me-wanna-write-something-in-ma-blog. So, it’s not easy when I don’t have idea but I must write more-even more-even more than that–.. maybe that’s just a little quotes for today and the react is too much. ya-ha!

The 7th ESPENT FEMA

Setiap minggu pagi biasanya saya pergi ke arah kota untuk menikmati bubur ayam cianjur kesukaan saya, tapi minggu kali ini lain rasanya karena saya ikut serta di dalam kegiatan olahraga dan seni tahunan BEM FEMA. ESPENT yang saya sendiri kurang tahu apa itu kepanjangannya hehe, merupakan kegiatan ranah olahraga dan seni yang mengangkat tema berbeda setiap tahunnya. Opening Ceremony dilangsungkan hari Jumat kemarin dengan meriah. Riuh dari tiga departemen FEMA mengguncang Audit GMSK hingga pukul 21.15. Tidak ada perasaan menyesal bagi saya untuk menghadiri acara yang meriah seperti ESPENT.

BisQwowCcAElN0N

Malam Pembukaan The 7th ESPENT Continue reading

Bukan sekedar bermain peran

Kamis, 130314

Kelompok 5 akan menjadi fasilitator pada praktikum matakuliah Teknik-Teknik Partisipatoris (Tekpar) minggu ini. Kami akan mencoba mensimulasikan untuk menjadi fasilitator dengan menggunakan teknik Startifikasi Sosial. Teori mengenai teknik Startifikasi Sosial sebelumnya telah kami pelajari hari senin lalu dalam sesi kuliah. Abstrak adalah hal yang kami dapatkan pada kuliah minggu ini. Bingung dan merasa kesulitan juga menjadi boomerang kelompok 5 yang harus memfasilitasi dengan metode Startifikasi Sosial.

Ya, di semester 5 ini saya sedang mendalami (karena sifatnya wajib :p) matakuliah Teknik-Teknik Partisipatoris. Matakuliah ini mengajarkan kepada kami bagaimana cara mengorganisasikan apa saja yang ada di masyarakat dengan berbagai metode yang ada di dalamnya. Awal perkuliahan ini kami merasa kesulitan, kami tidak mendapat feel di matakuliah ini. Rasa asing selalu kami dapatkan ketika mendengar nama matakuliah tersebut. Abstrak. Aneh. Gak Jelas. Semua kata itu menghantui kami yang pada akhirnya memaksa kami untuk lebih mendalaminya di kelas praktikum.

Continue reading

Preman Berseragam

Dear Pak Polisi, apa kabar? Sudah berapa banyak uang yang bapak dapatkan hari ini dari supir angkutan umum kota (angkot) karena kesalahannya? Dan sudah berapa banyak orang yang bapak rampas uangnya untuk keluarga mereka di rumah?

Disini aku ingin sedikit bercerita tentang bapak. Disini aku ingin membagi suka duka setelah mengenal banyak tentang bapak dari mereka. Dan disini aku harap bapak lebih berhati-hati dalam berprilaku….

Selasa minggu ini aku jalani seperti selasa sebelumnya. Kuliah hari ini dimulai pukul 8 pagi dan usai pada pukul 3 sore. Setelahnya aku pergi ke Bara untuk memesan cinderamata untuk pembicara pada program kerja BEM FEMA yang sedang aku jalani. Tidak ada perjumpaan dengan bapak pagi ini di sepanjang jalan Dramaga karena jalanan pagi ini cukup lancar. Kita juga tidak melakukan interaksi seperti polisi dengan pengendara kendaraan lainnya. Tetapi ada satu cerita yang membuat aku begitu membenci bapak malam ini. Cerita ini datang dari seorang teman yang mengalami langsung kejadian memalukan tersebut.

Continue reading

Suatu yang Tertinggal di Jogjakarta

Jogjakarta memiliki tempat tersendiri di hati saya setelah kota kelahiran saya, Bogor

 
wiiihh, kenapa Dell? l simak aja ceritanya 😀
 
Menurut informasi yang saya dapat ternyata Jogjakarta merupakan provinsi tertua kedua seelah Jawa Timur di Indonesia ini. Gelar istimewa yang dimiliki oleh kota pelajar ini berkaitan dengan sejarah terbentuknya provinsi tersendiri yang terdiri dari gabungan wilayah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Akan tetapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang sejarah dari Jogjakarta melainkan tentang pengalaman yang saya dapat ketika mengunjungi kota yang menurut saya romantis ini sebanyak dua kali. 
 
Tugu Jogja yang merupakan landmark dari kota Jogjakarta (saya dapatkan dari blog sebelah)